Kamis, 10 November 2016

Pahlawan Tanpa Nama

Sumber: Google.com
Pahlawan Tanpa Nama
Semua alam masih terdiam
Masih tertidur di atas ranjang atau trotoar pinggir jalan

Hari

Hari tak pernah berhenti
Tepat pagi ini adalah hari pahlawan

Hari dimana bung Soetomo dan arek-arek Suroboyo bertempur dengan tentara inggris
Pagi ini tak ada lagi pahlawan itu
Tak ada lagi arek-arek yang terbakar semangatnya,
                                                                  kokang senjata ataupun menengadah ber-doa
Semua sibuk mendengkur di ranjang, barang tentu dengan seorang teman atau perempuan; malam.

Pemuda?

Ah, apalagi mereka? Mereka masih mencari ke-pemudaan-nya yang hilang
Mereka mendengkur di dekat perapiannya yang mulai padam
Beberapa pahlawan muncul dari sudut-sudut kolong yang masih petang
Lalu lalang dari kota maupun pedesaan
Ada sepasang suami istri yang selalu menjadi pahlawan ketika semua orang masih tak  tersadarkan
Mereka bertempur dengan tawar menawar di pasar, yang menjadi paling awal memulai kehidupan
Dan juga tukang sapu dan pengangkut sampah
Dengan celana pendek dan baju dekilnya
Tanpa alas kaki, atau sepatu boat-nya
Menyeret gerobak yang tak berupa lagi bentuknya, dari lorong gang ke gang lainnya di komplek perumahan
Memungut apa saja, di mana tak ada satupun lagi orang yang mau memungutnya
Tak jarang ia pungut di antara pagi-pagi yang berhamburan itu, dan lalu  ia sematkan dalam angan
Baunya anyir,
Tubuhnya mungil dengan sorot mata yang selalu menapaki bumi,
memendam semacam kekhawatiran, harap cemas dan kepasrahan, dengan diam-diam yang selalu ia lantunkan ketika tak seorangpun ada yang mempedulikan
Ia hisap, sebatang sigaret kretek yang ia beli eceran di warung dekat rumahnya
untuk mengusir sepi dan dingin yang mematikan ini, barangkali?
Atau ia mungkin menitipkan do’anya pada asap sigaret yang ia hembuskan tinggi- mengawan?
Aku gak bisa bayangkan apa jadinya ‘rumah-rumah’ itu tanpa hadirnya
Mereka adalah Pahlawan yang tak butuh pengakuan
Pahlawan yang tak perlu di nobatkan
Pahlawan yang tak ingin di akui sebagai pahlawan,
Karena Mereka adalah Kemurnian

Malang, 10 November 2016
Oleh: Ab. Mufid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar