Sabtu, 17 September 2016

Meski di Paksa, Kadang Terasa Juga Nikmatnya


Meski di Paksa, Kadang Terasa Juga Nikmatnya
Dok. Pribadi
Sekarang tanggal 17 September 2016, kira-kira 2 hari lagi tepat satu bulan aku tinggal di Malang untuk awal semester 7 ini. Namun apa yang ku lakukan di sini? Selain hanya 2 hari dalam seminggu harus ke kampus untuk kuliah, yaitu senin dan kamis. Kelonggaran jadwal kuliah karena SKS yang di bebankan memang tinggal itu. Selain hari Senin dan Kamis, ku isi dengan makan, tidur, bermalas-malasan sambil menonton movie yang sebenarnya sudah bosan juga aku melihatnya. Dari film-film dokumenter tentang periode alam; dari periode Ordorician, Devonian sampai periode di mana dinosaurus yang konon katanya hidup berlarian di savana lepas, hingga periode Cretosious Tertiary (KT) yang menyebabkan dinosaurus punah dan sampai akhirnya generasi kita ini, yang lebih parah akibatnya karena akan menghancurkan, merogoh sukma bumi dari dalam di banding periode-periode sebelumnya yang hanya sekedar memoles wajah bumi.  Juga menonton peristiwa 98; araka-arakan mahasiswa, buruh, penganggur menjadi massa

Minggu, 11 September 2016

Kemana perginya si Ugi?



Kemana Perginya si Ugi?
Sumber: Doc. Pribadi
“Berkata, Mengungkapkan, menyindir, mengamati apapun, atau mengkritik bukan lain ia masuk dalam cakupan Hak. Tak ada yang berhak untuk melarang siapapun berkata, bahkan jika ia tak mau berkatapun itu adalah haknya”. Ucap Ugi dengan Mantap kepada teman-temannya.
Iya, mereka semua itu adalah Hak? Entahlah sampai saat ini, ia belum atau tidak tahu pasti dari mana dan apa itu: Hak? Namun, ia tahu; “Bahwa Mutiara berharga itu bukan karena manusia menyelam mencarinya; manusia mencarinya, karena ia sangat berharga”. Kali ini ia meminjam kalimat seorang sejarawan: Jacsques Barzun. Entah ada hubungannya apa tidak dengan; Hak? Ah, Lagi-lagi harus kembali pada definisinya sendiri. Tak ada seorangpun yang mampu untuk melarangnya.
Ada yang bilang: Jangan terlalu banyak memikirkan Hak,