Sabtu, 03 Desember 2016

Saya Tidak Bangga, Kagum, Apalagi Merinding. Sama Sekali Tidak!


   
Dok. Gus Luk
Di suatu senja yang tak berawan. Rinai hujan datang beriringan. Aku sedang duduk manis  di bangku depan kontrakan, di temani sepotong buku berjudul ‘Tuhan Tidak Perlu Dibela’ . Menikmati secangkir kopi dan menghisap sebatang sigaret dengan penuh ketentraman walau perut belum di isi makanan. Perut yang keroncongan membuatku ingat akan hutang-hutang di warung depan. Ah, Sial! Ku mencoba melupakan itu, karena tak mungkin aku menambah hutangku lagi. Beberapa hari ini sengaja aku tak menampakkan batang hidungku keluar rumah, di depan gang kontrakan. Takut ketemu ibu-ibu yang ramah kalau ada orang yang beli, Namun kejam kalau ada orang yang hutang. Dan ku pilih  mencoba menghitung banyak bocoran air yang jatuh tak jauh dari tempatku duduk karena atap kontrakan yang termakan usia ini, setidaknya dari ia (tetes hujan) aku punya optimisme untuk membayar hutang, aku menjadi semakiin yakin bahwa Tuhan Maha Kaya  dan tentu sejenak untuk melupakan hutang. Dan tiba-tiba seorang teman keluar dari balik pintu kontrakan dan menghampiriku  lalu bertanya:

Senin, 28 November 2016

Tidak Ada Yang Ada Selain Yang Maha Ada




Sumber. Dok. Pribadi
Banyak manusia yang menjadi lupa. Lupa akan hakikat dirinya serta dari mana, mau kemana dan untuk apa hidupnya?
Banyak yang mencari-cari siang maupun malam hari. Terus saja di dedah segala yang membuatnya penasaran; kenapa ia bisa lupa? Dan jika lupa, bagaimana ia berusaha lagi untuk mengingatnya, dan lalu apa yang di ingatnya? Sehingga beberapa diantaranya akan mencapai titik kulminasi