Jumat, 14 Agustus 2015

KIDUNG RINDU



KIDUNG RINDU
Bulan  yang  tak  jua  purnama  mengintip  di  balik  awan berarak,,,
Dingin yang menusuk ngilu tidak mampu menghardikku,,,
Mata  ini berkatup,  terkantuk  tapi  masih  turut  bersama  awan  berarak,,,
Melayang  mengikuti  pilu  yang mengigau menuju  ke  pelukan
perempuanku
Dalam  diam  kubayangkan  wajah  yang  menawan
kesadaranku

Belum Ada Judul



Beberapa hari yang lalu, kembali kakiku menginjakkan, menapak di bumi Malang tempat dimana aku sekarang menempa ilmu di salah satu kampus di malang (UM). Tepat tanggal 1 Agustus 2015 aku berangkat dari Bojonegoro tempat dimana aku dilahirkan dan yang telah mengajariku banyak tentang semua arti kehidupan. Berangkat dari rumah sekitar pukul 9 pagi, waktu itu aku diantar oleh Om Tohir, teman sekaligus kolega dalam kegiatan literasi. Iya, ia bisa kusebut sebagai salah satu sastrawan Bojonegoro yang telah banyak menmbuahkan karya sastrawinya, walaupun yang lain belum mau mengakui atau belum tahu karya-karyanya. Waktu itu hari sabtu, berangkat dengan sepeda motor melaju pelan dan pasti untuk menuju satu tujuan dengan selamat dan aman. Sebelum kami, sampai diterminal Rajekwesi, di atas motor yang melaju ku menawarkan kepada Om Tohir untuk sebentar mampir di Nusantara atau Toga Mas (Tempat Penjualan Buku-buku).