KIDUNG
RINDU
Bulan
yang tak jua
purnama mengintip di
balik awan berarak,,,
Dingin yang menusuk ngilu tidak mampu menghardikku,,,
Mata ini berkatup,
terkantuk tapi
masih turut bersama
awan berarak,,,
Melayang
mengikuti pilu yang mengigau menuju ke
pelukan
perempuanku
Dalam
diam kubayangkan wajah
yang menawan
kesadaranku
Kusulam
satu-persatu kenangan akan
masa-masa
Bersamanya di dalam angan dan mimpiku,,,
Mulai dari coban rondo sampai ke bojonegoro
hingga ke lumajang di puncak mahameru
Mulai dari Malang di sudut paling kelam
hingga bersembunyi di teluk ijo Banyuwangi
Mulai dari bercinta dengan leluasa di Jogjakarta
hingga memadu asmara dalam sudut berarak senja
Jalanan raya bagai karpet merah menuju pelaminan
suci
Aku merasa bagai
dua rusa muda
berkejar-kejaran di padang
Yang gersang nan panjang,,,
Merayakan
kejayaan musim anomali
yang seakan takkan
pernah sirna
Mengidungkan Kidung Agung dalam diam yang suci
Merayakan kebesaran cinta dalam hening yang sempurna
Kupuji dia dengan segala puisi
Kupuja dia dengan segenap cinta
Walau kata dalam bahasa selalu dusta dalam merangkai
cinta
Dan
hanya sepi yang
mampu menghargai cinta
dengan
sempurna
Jika
kaubertemu dia, Lumajang,
sampaikan
rinduku padanya
Jika kaubertemu dia, hai orang Bojonegoro, serukan
cintaku
Padanya,,,
Jika
kaubertemu dia, hai
orang Malang, tembangkan
penantianku padanya,,,
Hanya padanya aku menaruh rindu
Hanya padanya asmaraku bergelora
Hanya wajahnya selalu menghantu
Hanya namanya bergema di tempurungku
Matanya
bagai sepasang purnama
dengan jentera
Bianglala,,,
di sana aku
melihat surga yang
melingkungi segenap
hadirku,,,
Yang
kusuka adalah “beda”nya bak oasis
di sahara, , ,
membuatku
terpekur mendaras sungkur
penuh rasa
syukur.,,,
Teduh mata itu adalah pendedah
suci tempat aku
mempersembahkan diri,,,
Inilah tubuhku
Inilah darahku
Di mana ada penyerahan diri yang total dan paripurna
Di sanalah cinta dirayakan dengan gegap-gempita
Bibirnya bagaikan cawan berisi anggur penuh
Hendak kuteguk anggur itu hingga mabuk
Hai para makhluk,,,
semua manusia bisa suka pada siapa saja,,,
tapi cinta itu pilihan yang memancar dari hati yang
jernih,,,
dan hanya anggur yang menetes dari bibirnya itu
sajalah,,,
yang akan kutenggak hingga ajal tiba,,,
Wahai tambatan hati, pendedah gelisah risau
sanubari,,,
Perempuan yang menjadi idamanku,,,
Akulah lelaki yang menawarkan cinta padamu,,,
bukan dari hasil merengek dan mengiba,,,
bukan hasil dari mengemis dan meminta,,,
melainkan dari hasil segenap kejayaanku, kebangkitan
matisuri rasaku,,,
Ah, aku telah dimabuk asmaramu,,,
kini terapung dalam samudera melankolia,,,
ohh, , , Emak, di mana sekarang engkau emak?
ohh, , , Emak, di mana sekarang engkau emak?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar