Kamis, 14 Januari 2016

Tidur Susah



Susah Tidur

Malam ini tidak jauh beda dengan malam yang sudah-sudah, gelap dingin dan senyap. Mataku sayu berkatup, namun enggan tertutup, mengapa ya rob? Aku ingin tidur di awal malam, tak terlalu larut, hingga aku berharap 1/3 malam terakhir bisa bangun terjaga kemudian tahajjud, runduk sujud padamu, mohon ampun padamu.
Ber jam-jam ku hempaskan tubuhku dikasur,
tapi hanya tubuhkulah yang beristirhat. Tidak dengan mata dan pikiranku selalu berputar-putar tak mau diam. Seperti lentera bianglala. Aku mensyukurinya, iya berusaha menerima kemudian mensyukuri semua apa pun saja itu yang engkau berikan dengan jumlah yang sangat tidak mungkin jika aku menghitungnya. Teramat banyak.
Aku ingin berkeluh kesah rob, boleh kah? Aku ingin mengatakan pada seseorang, bahwa saat ini aku ingin memberikan/meminta ‘cahaya’ yang ibaratkan tak lain hanyalah sebuah api kecil yang terpancar dari lilin yang buram dan kecil, kadang hampir mati tertiup angin yang berhembus kian kemari, samar sinarnya karena bias dari lampu-lampu terang ber ribu-ribu watt di keleilingnya.
Namun yakinlah, aku percaya bahwa suatu saat lampu/cahaya lilin itu akan menjadi sumber cahaya satu-satunya yang berpijar, yang paling terang dan laron-laron pun ikut serta mesra dengan kita.
Malang, 13 desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar