Susah Tidur
Malam
ini tidak jauh beda dengan malam yang sudah-sudah, gelap dingin dan senyap. Mataku
sayu berkatup, namun enggan tertutup, mengapa ya rob? Aku ingin tidur di awal
malam, tak terlalu larut, hingga aku berharap 1/3 malam terakhir bisa bangun
terjaga kemudian tahajjud, runduk sujud padamu, mohon ampun padamu.
Ber
jam-jam ku hempaskan tubuhku dikasur,
tapi hanya tubuhkulah yang beristirhat.
Tidak dengan mata dan pikiranku selalu berputar-putar tak mau diam. Seperti
lentera bianglala. Aku mensyukurinya, iya berusaha menerima kemudian mensyukuri
semua apa pun saja itu yang engkau berikan dengan jumlah yang sangat tidak
mungkin jika aku menghitungnya. Teramat banyak.
Aku
ingin berkeluh kesah rob, boleh kah? Aku ingin mengatakan pada seseorang, bahwa
saat ini aku ingin memberikan/meminta ‘cahaya’ yang ibaratkan tak lain hanyalah
sebuah api kecil yang terpancar dari lilin yang buram dan kecil, kadang hampir
mati tertiup angin yang berhembus kian kemari, samar sinarnya karena bias dari
lampu-lampu terang ber ribu-ribu watt
di keleilingnya.
Namun
yakinlah, aku percaya bahwa suatu saat lampu/cahaya lilin itu akan menjadi
sumber cahaya satu-satunya yang berpijar, yang paling terang dan laron-laron
pun ikut serta mesra dengan kita.
Malang, 13 desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar