Senin, 16 November 2015

Saling, ASAH, ASIH dan ASUH



Malang, 19 September 2015
 ALKISAH, DISKON 270 % (Prosen)

Doc. Lukisan Gus Mus
Diskon, iya hari ini diskon besar-besaran telah di buka di kontrak’an secara besar-besar an tak canggung-canggung, sampai 270 %. Hemm, , namun ini bukan diskon pemberian harga miring terhadap suatu barang, bukan. Diskon disini tak lain adalah sebuah  akronim(singkatan/kepanjangan). DISKON: Diskusi Kontrak’an di rumah/kontrakan nomor 270.  Alhamdulillah, ini bisa dikatakan angan-angan yang sebenarnya sudah teramat lama kupendam dan ku harapakan terealisasi atau mungkin tema-teman lainnya juga memikirkan hal yang sama, iya mungkin hanya aku yang belum cukup berani untuk menyampaikan gagasan kecil ini pada teman-teman,
tapi akhirnya berusaha ku letupkan kepada keluargaku, dan teman-teman menerima dengan baik sekaligus senang.  
 “Iya lumayan, kita bisa mengisi waktu kosong kita dengan hal yang kiranya bermanfaat”. Ungkap salah satu temanku. Sebut saja namanya Rony.
Ternyata pria yang akrab disapa rony ini juga mempunyai gagasan yang kurang lebih sama seperti apa yang saya pikirkan tadi. Tentu saya pun langsung mencoba memberikan konsepan acara Diskon 270 ini. Kemudian setelah saya membuka keran pembicaraan pada tanggal 18 september 2015, besoknya yaitu tepatnya tanggal 19 September kami langsung Lanuching acara Diskon 270. Dalam acara diskusi ini Teknis acara nya: ada pemateri yang memberi sedikit ulasan untuk menstimulus teman-teman sekaligus ia berperan menjadi moderator. Dan teman-teman lainya juga mencari ulasan apa yang akan dibahs. Kala itu,  Aku menantang Rony untuk menjadi pemrakarsa, pemateri awal dalam kegiatan yang diharapkan bisa on going. (Iya, sekedar harapan yang semoga tidak utopis, namun realistis dan penuh optimistis).         Singkatnya dalam acara Diskon tersebut, Rony sebagai pemateri  akan membahas topik tertentu yang diangkatnya, itu hak prerogatifnya. Dalam penentuan siapa yang menjadi pemateri untuk selanjutnya yang diadakan tiap seminggu sekali ini, dilakukan dengan cara Random/diundi atau acak.            Dan rony yang menjadi pengawal tadi terlihat sangat matang mempersiapkan materi yang akan dibawanya di forum. Pria jurusan geografi ini mengangkat Bab tentang Catatan Harian/ Buku Diary.
Diskusi berlangsung santai, tak ada kata formal-formal an. Semua bebas berpendapat, bisa sambil tiduran, minum, ngopi, bahkan rokok-rokok an. Saya jadi ingat acara yang dipimpin oleh Cak Nun, yaitu Jama’ah Maiyah. Yang penting adalah kebersamaan, bermayarakat. Walau memang, acara Diskon ini sangat sedikit pesertanya, kala itu saja Alhamdulillah masih ada 5 orang, itupun juga berasal dari keluarga sendiri (Yang mengontrak di 270). Iya cukup simpel acara nyuantae ini.
Oh ya, hampir saya lupa. Setelah acara Diskon yang berdurasi 2 jam an ini ditutup, para audien sepakat di mohon untuk menuliskan rangkuman atau simpulan yang ‘bebas’. Tak harus sesuai pakem penulisan karya sastrawi yang sudah ada. Iya, ada batas minimal: 1 paragraf (5 kalimat). Yang nantinya di upload di web kita semua, www.diskusikontrakan270.blogspot.co.id. Yang jelas, secara sukarela dan tidak menjadikan alasan akan mengganggu tugas-tugas kuliah yang selalu merundung hingga menggunung serta ke-aktifan beberapa teman kita yang berkecimpung di Organisasi.
“(aku berharap, setelah kita lulus nanti, semua tulisan-tulisan yang kita buat, yang kita buahkan dari perasan otak hingga dahi kita mengkerut ini dijadikan sebuah antologi. Dapat kita buat kenang-kenang an dan tentunya akan menjadikan kebanggan tersendiri ketika kita sudah berkeluarga dan melihatkan atau mungkin bahkan mendidik kannya pada anak kita nanti)”. Gumamku yang selalu meletup-letup, berat didalam hati.
 Acara ini mungkin memang sepele tapi kita selalu berharap bahwa nantinya dapat memberikan dampak yang besar. Jua semoga bisa menjadi istiqomah, berkah dan jama’ahpun bertambah. Amin.
“Kita sudah banyak makan pengetahuan, pengetahuan umum, islam, ekonomi, alam dan sebagainya. Aku hanya ingin kita sedikit belajar mengamalkan apa yang telah kita dapatkan. Dan menuliskan sesuatu (ilmu) adalah jika saya boleh menyebutnya dengan sebutan ‘sunah rosul’, karena dengan menyitir kalimat dari salah satu Nasihat dari khulafaur rosyidin, (Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, jika nanti kamu lupa maka tulisanmu akan mengingatkanmu). Iya, kurang lebih seperti itulah yang diucapkan sayyida ali bin abu tholib”. Celetukku beberapa waktu lalu saat Diskon.  Kemudian Pramoedya A. Toer menambahkan, “Jika umurmu tidak bisa me-nyamai umur dunia, maka sambunglah umurmu dengan tulisan. Karena dengan kau menulis, suaramu abadi. Suaramu tak akan padam, tak akan hilang ditelan waktu dan zaman”. Bahkan suara kita akan lebih keras bergema ketika kita dibawah tanah.
Saya disini bukan menjadi sok aktifis, tidak pula menganut otoritarianisme. Kita disini semua sama. Seperti kata pepatah: berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Semua mempunyai hak sama yang tak satupun bisa melarangnya, namun terkadang kita terlalu sering menuntut hak sehingga  jarang banget bahkan lupa memikirkan kewajiban kita terlebih dahulu.  Janganlah kita menjadi kaum sofistik yang munafik. Kita teriakkan keadilan, kita teriakan hukum, kita pekikkan kesejahteraan, kita gaungkan kesadaran, kita desuskan kebersamaan, namun kita sendiri sering muncul menjadi bagian  dalam masalah itu sendiri. Kata orang-orang bijak,
“kita ini sedang berhujat dalam kegelapan”
Marilah teman, marilah sodaraku, marilah kawan seperjuanganku, kita menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia. Marilah kita saling ASAH, saling ASIH, saling ASUH. J Aku Rindu Kalian. Tidak ada kalian maka tidak ada ‘KITA’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar