Jumat, 16 Oktober 2015

Hari Buku Nasional=Ultah KU????



Bojonegoro, 17 Mei 2015

HARI BUKU NASIONAL = ULTAH KU???


17 Mei adalah hari dimana orang-orang memperingati sebagai  Hari Buku Nasional yang sudah di canangkan pemerintah sejak tahun 1980 oleh menteri pendidikan  sekaligus peresmian perpustakaan nasional Indonesia yang didirikan di Jakarta. Di sisi lain 17 Mei adalah hari di mana teman-temanku mengucapkan Ulang tahun kepadaku. Katanya mak’e tanggal 17 mei adalah tanggal lahirku, iya saat itu adalah hari ulang tahunku. Tadi pagi aku datang ke IKIP PGRI Bojonegoro untuk mengikuti sarasehan hari yang dijadikan primadona para kutu buku tersebut yang diselenggarakan atas kerjasama dari beberapa komunitas pegiat literasi di kota ledre ini dan kebetulan ketua pelaksana nya adalah teman sekaligus
tetanggaku sendiri yaitu mas Tohir. Aku datang pas acaranya sudah atau baru di mulai, alhamdulillah, , , sarasehan sederhana ini dihadiri sekitar 30 peserta yang datang dari berbagai kalangan masyarakat, dari anak SMA, mahasiswa hingga ibu-ibu. Acara ini juga turut mengundang Bupati Bojonegoro yang diharapkan bisa hadir dan sekaligus membuka acara Hajatan tiap tahun ini nantinya. Namun sayang kala itu  beliau tidak bisa hadir dan diwakilkan oleh sekretarisnya yang juga di beri wewenang untuk membuka acara ini. Akan tetapi, ketidak hadiran Kang Yoto tidak mengurangi antusiasme peserta untuk mengikuti sarasehan dengan semangat dan hikmat. Acara pun berlangsung, moderator segera memegang kendali dalam penyampaian materi masing-masing dari para juru bicara yang diundang. Satu persatu pemateri           menyampaikan paparannya.    Dan sampailah pada sesi tanya jawab. Peserta segera berebut untuk saling duluan mengangkat tangannya.     Berharap ditunjuk moderator dan bisa mengungkapkan unek-unek dibenaknya. Tak  luput aku, dari mereka yang mengangkat tangan untuk bertanya.        
            Aku bertanya di acara sarasehan tersebut, bertanya bagimana cara melejitkan kegiatan baca tulis kita. Di acara yang mulia ini para panitia penyelenggara mengundang tiga pemateri yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda yang notabene mempunyai karya yang mungkin pantas dikatakan sebagai karya yang sastrawi. Dari yang latar belakangnya pengusaha, guru sampai dokter hewan. Singkatnya. Dari ke tiga pemateri menjawab secara umum, bagaimana cara melejitkan kemampuan baca tulis kita dengan banyak jawaban yang beragam tapi sifatnya umum, ya seperti jangan malas, jangan menunda-nunda kegiatan (baca tulis), terus kita harus rajin, ulet, serta mempunyai semangat yang menggebu dalam kegiatan baca tulis. jawaban ini kurang. 

Namun dari ke tiga pembicara ada yang menjawab dengan jawaban yang nuansanya berbeda. Dan jawaban itu malah membuatku seperti tertampar. Beliau adalah seorang pendeta yang mempunyai gelar akademisi drh (dokter hewan) tapi beliau produktif dalam tulis menulis, di samping itu sehari-harinya beliau bekerja di dinas peternakan. Teman-teman biasa memanggilnya dengan sebutan mas/pak jonatan. Pria separuh baya ini  menjawab seperti ini, “Kalian/kamu ini sudah belajar baca tulis sejak SD bahkan sejak di taman kanak-kanak, nah sekarang jangan kebanyakan Tanya. Butlah karya, tulislah tulisanmu  buktikan kepada dunia. Kalau cuman Tanya-tanya maka jawaban dari pertanyaan itu bisa jadi adalah pertanyaanmu sendiri bahkan bukan jawaban”. Jawaban ini setidaknya bisa membuatku sedikit lega tapi juga gila. Sontoloyo tenan! 
            Lalau dari pak roli, yang bergelar M.Pd. beliau menambahkan bahwa sebisa mungkin menyisishkan atau mungkin mengalokasikan waktu khusus untuk baca tulis walau hanya 10 Menit. Dan tulislah meski hanya satu paragraph atau kalau belum/tidak bisa, cukup menuliskan satu kalimat, ya kira-kira seperti itu. Bapak berkopyah ini yang notabene juga sebagai pengajar tetap disalah satu sekolah menengah atas di kota setempat sudah menelurkan banyak tulisan, dari pengakuanya beliau menjelaskan bahwa beliau telah membuahkan 37 judul buku yang benafaskan islami(buku ajar maupun buku umum). Sungguh ini, adalah stimulus yang kurasa mempunyai dosis yang cukup besar untuk mengasah kemampuan baca tulis saya, dan para hadirin pada umumnya. 

Oleh : Ab. Mufid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar