Selasa, 19 Juli 2022

Menyusun Program Psikososial dan Membangun Jejaring serta Koordinasi

 

Dok. Pak Muslimin

Seluruh peristiwa bencana umumnya membawa pengaruh besar bagi korban termasuk kehilangan baik harta benda bahkan jiwa. Bencana juga mengganggu fungsi psikososial korban dan semua itu berpengaruh terhadap ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan dasar, terganggunya fungsi sosial berupa masalah traumatik yang berkepanjangan.  

Bencana sosial akan merusak ikatan sosial, pranata adat/sosial sehingga menimbulkan ketidakpastian masa depan,  menurunnya kepercayaan diri hingga keputus asaan. Dengan kata lain,  peristiwa bencana akan membawa dampak besar terhadap kondisi fisik, emosi, pikiran, psikologis dan tingkah laku sosial korban. 

Psikososial adalah  relasi yang dinamis antara aspek psikologis dan sosial seseorang. Kondisi geografis dan geologis Indonesia menjadikannya area yang rawan berbagai macam bencana alam mulai dari letusan gunung, gempa, hingga banjir serta bencana alam lainnya.

Layanan Dukungan Psikososial atau biasa disingkat LDP, merupakan satu bentuk pelayanan yang diperuntukkan bagi korban yang mengalami trauma akibat bencana. LDP dapat berupa terapi psikososial, pelayanan konseling, psikoedukasi, serta penguatan-penguatan sosio psikologis lainnya. 

LDP merupakan salah satu pendekatan spesifik yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial sebagai implementasi  dari UU yang terkait. Dikatakan spesifik, karena layanan ini mensyaratkan pendekatan dan intervensi secara profesional yaitu memadukan antara  pendekatan psikologis dengan pekerjaan sosial.  

Dalam hal ini, tentu kita membutuhkan tenaga layanan psikososial yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi untuk dikaryakan di sejumlah titik pengungsian akibat bencana. 

Nah, dalam pelatihan Dukungan Psikosial Bagi Pilar-pilar Kesejahteraan Sosial yang digelar di UPT PTKS Kota Malang ini diharapkan dapat merespons kegelisahan kita selama ini untuk membangun satuan tugas sosial khusus yang mampu, tangguh dan handal dalam menyediakan layanan dukungan psikososial kepada korban bencana.

Oleh karena itu, pelatihan yang dihelat selama 4 hari ini yakni dari 18 Juli hingga 21 Juli 2022 ini, saya kira sangat tepat untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik bagi para petugas agar dapat memenuhi kompetensi penyelenggaraan LDP dalam rangka penanganan bencana secara komprehensif sinergis. 

Pada materi khusus dengan tema: Menyusun Program Psikosial ini diampu oleh beliau Umi Masruro, A Ks, M.Si. “Idelanya, kita sebagai pilar-pilar sosial itu memiliki pengetahuan dan skill yang mumpuni dalam memberikan dukungan psikososial para korban terdampak”.

 Selain itu, selama ini para pilar-pilar sosial ini memiliki sejumlah potensi yang sangat kuat untuk mewujudkan kualitas sumber daya yang sangat dibutuhkan. Kekuatan itu antara lain tersedianya regulasi, relawan sosial yang tangguh seperti: Tagana, Karang Taruna, PSM, TKSK, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan lainnya.

Sinergitas, rasanya juga sangat diperlukan, atau dalam hal ini bisa disebut dengan istilah : Membangun Jejaring Sosial serta Koordinasi.

 

Malang, UPT PTKS Malang,

Saat petang menjelang,

Abdul Mufid

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar