Minggu, 12 Juni 2016

Dia Tidak Tahu, Tapi Dia Tahu, Kalau Dia Tidak Tahu



Dia Tidak Tahu, Tapi Dia Tahu Kalau Dia Tidak Tahu
Oleh: Ab. Mufid
Doc. Pribadi
Tidak ada yang mudah, jika sekiranya kita ingin mendapatkan suatu yang berharga. Terlebih bisa mendapatkan apa yang telah di janjikan Tuhan pada semua hambanya. Terutama dalam kemesraan menjalankan semua perintah baiknya dan meningggalkan semua larangannya. Tentu semua itu tak mudah, butuh usaha keras dan latihan yang massif, terus menerus. Iblis dan setan juga tak sudi jika kiranya melihat kita begitu taat menjalankan perintah agama. Lagi pula ia juga sudah berjanji kepada Tuhan, bahwa ia akan menggoda semua anak Adam sampai akhir zaman. Memang bukan salah setan maupun iblis yang tertawa terbahak, karena ia di ciptakan dengan tugas seperti itu. Melainkan kita sendiri sebenarnya. Ambil saja kita akan menjalankan sholat 5 waktu, yang mungkin jika itu kita kalkulasikan tak sampai memakan waktu 30 menit. Anggap saja setiap sholat kita estimasikan 5 menit. Iya. Tak lebih dari 30 menit sehari semalam dalam hitungan waktu 24 jam.
Dan jika itu kita bandingkan dengan waktu
yang telah diberikan Tuhan kepada kita dalam sehari semalam, ada 24 jam, itu berarti ada 1444 menit waktu kita untuk menjalani hidup di dunia fana ini. Kira-kira hanya 6% nya saja untuk sholat, dan itu sudah sangat susah. Apalagi mendawamkan sholat 5 waktu itu, bisa ber-istiqomah mendirikan sholat. Benar. Bukan perihal yang mudah. Apa sebenarnya permasalahannya?
Saya jadi teringat filosofi kontemporer yang sangat terus akan relevan jika kita korelasikan dengan dinamika kehidupan kita yang temporer ini.
            “Ada orang yang mengerti, dan ia mengerti kalau ia mengerti, ada orang yang mengerti namun tidak mengerti kalau ia tidak mengerti, ada orang yang tidak mengerti namun ia mengerti kalau ia tidak mengerti, dan ada orang yang tidak mengerti namun ia tidak mengerti kalu ia tidak mengerti”. Demikianlah kata-kata filsafat yang begitu sederhana sebenarnya, namun sulit untuk kita sadar mengetahui dimana posisi kita, terlebih mau memperbaikinya. Dan begitu pula dengan ketaatan beribadah kita, sebenarnya kita diposisi mana? Banyak orang yang mengerti bahwa sholat itu merupakan kewajiban, namun banyak juga diantara mereka yang tak mau menjalankannya, dan beberapa lainnya menjalankan tanpa dibarengi pengetahuan. Ada beberapa orang yang memang tak tahu kewajiban sholat, makanya ia tak melakukan, beberapa lainnya tidak tahu kewajiban sholat dan tak tahu kalau ada kewajiban sholat dan tak mau mencari tahu kalau ada kewajiban untuk sholat. Iya, kurang lebih seperti itu. Dan ini juga berlaku untuk semua lini kehidupan, apapun saja itu. Dari yang sudah tahu, ia di tuntut terus untuk mencari tahu, kemudian apalagi bagi mereka yang tidak tahu, ia wajib mencari tahu, dan setelah tahu nanti kiranya ia mau menjalankan gak? Dan apakah bisa menjalankan jika sudah ada kemauan? Kemudian betul tidak yang telah dijalankannya dengan apa yang sudah di gariskan dari Tuhan? Karena kita tidak bisa menyalahkan bagi orang yang tidak tahu, namun orang yang tidak tahu dan terus dalam kungkungan ke goblok kannya di tuntut untuk mencari tahu.
Setelah semua itu di dapatkan, proses yang panjang di tempuh, maka alangkah indahnya jika ia bisa ber istiqomah. Ya, Istiqomah.
Menjalankan kebaikan itu tak mudah, dan tak kalah sulit ketika kita bisa ber-istiqomah menjalankan kebaikan itu. Di posisi mana kita? Yang jelas, janganlah kita menjadi orang yang tidak tahu, dan tidak tahu kalau ia tidak tahu namun sok-sok an ia tahu, kadang pula berani  untuk memberi tahu pada orang-orang yang tidak tahu yang sebenarnya sudah tahu namun puar-pura tidak tahu. Sungguh, jangan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar