Rabu, 25 Mei 2016

Kebekuan



Kebekuan
Pagi yang datang tanpa bilang-bilang. . .
Mendekapku untuk tetap tinggal dalam jurang. . .
Rumput ilalang liar tetap subur tumbuh di latar. . .
Menjalar disetiap hati nan rasa  yang terus berdebar. . .
Harapan selalu datang, selalu menghujam. . .
Tak mau mengerti arah dan ruang. . .

Memacu sukma siapa saja yang diam dan terus berangan. . .
Ketika kebekuan tak lagi mau berdiam. . .
Ketika waktu tak punya lagi kesempatan. . .
Kata dan tulisan masih setia untuk bersajak berentetan. . .
Mengabadikan?
Ah Tidak! Bukan!
Ia mengguratkan setiap apa saja yang terus berjalan. . .
Semua nya yang tetap bertahan. . .
Tak kan lekang, sampai tak ada kata lagi untuk diucapkan. . .
Tak ada lagi tulisan untuk digoreskan. . .
Tak kan ada lagi huruf yang dieja. . .
Air gemiricik turun perlahan. . .
Menyegarkan. . .
Sesekali diam kekeringan. . .
Udara yang tak ada, selalu mendesah di setiap kesempatan dalam kesunyian. . .
Mencari, apa yang hendak diingini. . .
Mengbadikan hampir setiap kejadian. . .
Memungut setiap apa saja yang terbuang. . .
Malang, 27 Mei 2016


2 komentar: