Jumat, 25 September 2015

SEBELUM PAGI



    Malang, 21 September 2015
Sebelum Pagi

   
Kriiingggg, , , Kriiinngggg (disertai nada getar), Alarm HP ku berbunyi keras sekali, membangunkanku dari tidurku. Ku lihat jam menunjukkan pukul 05.00 WIB. Alhamdulillah, lagi-lagi tuhan memberikan nikmatnya yang luar biasa banyak dengan segala ke-maha-an NYA. Namun, mata ini terasa sangat berat walau ku paksa beberapa kali membelalakkannya. Sungguh Sontoloyo betul. Ku angkat punggungku dari kasur tipisku perlahan, sejenak menyandarkan pada dinding kamar kontrk’anku, sesekali mencoba melawan katup dimata ini. Tiba-tiba aku teringat, ada tugas kuliah yang belum kukerjakan, sontak aku bangkit dari kemalasanku segera menuju jeding, untuk kencing ambil wudlu lantas sholat shubuh.
    Iya, memang ku akui tingkat kepatuhan ibadahku masih pada level yang sangat
rendah. Terbukti, ketika bangun tidur tak langsung bergegas untuk wudlu dan sholat, walau akhirnya sholat, namun  yang menggertak untuk sholat itu karena tanggungan tugas kuliah tadi. Iya, memang, nafsu ini memang bangsat! Setelah sholat shubuh kusempatkan meluangkan waktu untuk membaca Al-qur’an. Aku yakin, walaupun aku sendiri bangsat, tapi dengan mengawali kehidupan di hari-hari kita yang baru dengan kegiatan/amal baik, akan memberikan semangat, atau tepatnya sesuatu yang bisa men-stimulus agar kita menjalani hari ini dengan semangat dan penuh berkah. In sha Allah.
Memang, aku merasakan ada ketentraman hati di sana. Setelah ngaji, nampaknya matahari masih malu menampakkan wajahnya yang ku intip dari jendela kecil kamarku. Hanya Nampak semburat senja yang menyebar diufuk timur dengan sedikit awan berarak menghiasi wajah langit jua sarat hawa yang sangat dingin seperti ingin menghempaskan tubuhku ke kasur lagi. Ah, aku mencoba melawan sihiran itu dengan sedikit kehangatan yang ku dapat dari sebatang sigaret yang kusulut dan dilengkapi sruputan kopi sisa semalam. Maha suci Allah. Sungguh nikmat tiada tara. Sembari ku putar musik mengiringi setia derap surya yang segera menyingsingkan hangatnya. 
Tak terasa secercah cahaya mulai masuk dari jendela kecilku yang agak kotor karena jarang ku bersihkan, ku tengok keluar memang benar, dengan perawakan yang gagah surya sudah berada di tempatnya. Seperti mengucapkan selamat pagi kepadaku. Akupun menyambutnya dengan senyuman kecil dan lagi-lagi rasa syukur yang terus meluncur tersungkur. Masih ku hisap terus asap tembakau, dan tiba-tiba bibirku terasa panas, tak terasa ternyata sigaretku terbakar hampir habis oleh bara api yang berjalan pelan menghampiri gabus rokok ku. Ku buang putungku diasbak dekat meja laptopku yang penuh dengan barang-barang berserakan. Ku palingkan mata ke jam, tak terasa sudah pukul 06. 13 WIB. Segera ku buka lembaran tugas yang kemarin diberikan  dosen.
 Dengan pelan-pelan ku mulai belai buku, kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan lembar demi lembar, dan akhirnya tidak ada 5 menit kututup lagi buku itu. Kampret! Ternyata Jawabannya tidak ada dibuku, yang berjudul ‘Ekonomi Regional’ itu. Ku putuskan kala itu tidak mencari jawabannya, ku pilih keluar kamar dan kusapa teman-teman yang mugkin sudah bangun atau sesekali hanya sekedar berjalan ke ruang tamu, lalu balik lagi ke kamar, iya hanya memastikan bahwa teman-temanku masih utuh. Memang benar, aku hanya berjalan keruang tamu kemudian balik lagi kekamar. Sungguh, aku tak tahu persis apa alasanku, melakukan hal yang menurutku konyol itu.
Setelah kembali kekamar, ku coba tata niatku untuk mengerjakan tugas kuliah yang disuruh menganalisis paket kebijakan   ekonomi yang dikeluarkan si cungkring, Jokowi. Aku juga tidak begitu tahu tentang tata cara menata niat yang benar seperti apa, dan aku menganggap niatku sudah tertata dengan benar. Dengan duduk bersila di depan laptopku, aku ingat kemarin lusa aku sempat mengunduh materi seputar kebijkan paket ekomi ini. Segera jariku menari nari diatas kursor berusaha menemukan dimana file materi itu tersimpan, tak lama kemudian ada file yang berjudul “3 Paket Kebijakn Ekonomi Jokowi” dalam folder download, segera aku menekan enter pada keyboard laptopku, dan ternyata benar, itu adalah materi yang ku cari kemarin lusa.
 Ku pelototi dengan pelan-pelan kebijakan tersebut, ku coba sinkronkan dengan tugas yang akan ku buat nantinya. ku baca berkali-kali, mungkin 5-6 kali ku baca, namun tetep saja belum bisa aku menganalisinya. Ku raih Smartphone di samping laptop yang kebetulan juga baru 2 hari  lalu kubeli dikonter dekat kontrak’anku buatan cina ‘bol cino’, untuk mencari referensi tambahan terkait tugas kuliah ini. Segera, ku ketik ‘analisis kebijakan ekonomi jokowi jilid I’ di Google dan muncul beberapa artikel disana. Ku pilih satu yang teratas dan membukanya. Alhamdulillah, muncullah sedikit analisis yang berkaitan dengan yang kucari, dan penulisnya adalah bisa dikatakan pengamat ekonomi yang bekerja di LP2M UI Depok. Tanpa  berpikir panjang, ku simpan halaman tersebut dalam folder  HP ku.
Ku cari secarik kertas, dengan harapan, sedikit demi sedikit aku bisa menggoreskan penaku diatasnya. Tanganku dengan tangkas memainkan pena, tersusunlah kata demi kata hingga menjadi kalimat dan paragraph. Seperti biasa selalu ku cantumkan Hari dan tanggal di atas kanan agak pojok. Karena, aku punya harap, semua tulisanku ingin ku kenang dan agar sedikit mudah mengenangnya aku memilih tanggal, lengkap beserta bulan dan tahunnya di kertas tersebut tak terkecuali tulisan/tugas-tugas kuliah. Setelah hampir satu jam berkutat dengan artikel dan deregulasi dari Bapak Presiden ini beberapa paragraph yang agak berantakan telah nampak di atas kertasku. Akupun memilih men-sudahinnya, ku anggap cukup lah analisisku.   Toh, nanti belum tentu juga di nilai atau dibaca hingga tuntas oleh dosen, buken karena dosennya malas atau apa, namun karena tulisanku yang seperti huruf Steno. Seperti cekeremes. Jadi dosen kesulitan  melihat dan membaca sulaman tulisanku hingga rampung. Yah, mungkin hanya Tuhan dan saya yang bisa baca serta malaikat dan jin-jin tertentu yang  diizinkan bisa membacanya.   
Alhamdulillah, tugas beres. Akupun menutup  lembaran tugasku, dan ku selipkan  di antara lembaran buku tulisku yang lusuh kemudian nanti tinggal ku kumpulkan ke dosen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar