DARI SUNGAI
DANUBE NAN BIRU:
MENGER DAN
MAHZAB AUSTRIA MEMBALIK GELOMBANG
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATAKULIAH
Sejarah Pemikiran
Ekonomi
yang dibina oleh Dr.
Dwi Wulandari S.E., M.M.
oleh
Abdul Mufid
130432611436
Faradela Ayu
Maruti
130432605597
Indra Sapto
Nugroho
130432605581
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
JURUSAN
EKONOMI PEMBANGUNAN
Oktober
2014
KATA PENGANTAR
Rasa
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang dengan rahmat, taufik dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Untuk memenuhi tugas mata
kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi, dengan judul Dari Sungai Danube Nan Biru: Menger Dan Mahzab Austria Membalik Gelombang
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini
tidak akan terwujud tanpa bantuan, bimbingan dari beberapa pihak oleh karena
itu dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima
kasih kepada : Ibu Dwi Wulandari, selaku dosen mata kuliah Sejarah Pemikiran
Ekonomi, yang telah memberikan motivasi, dan ilmu dan bimbingan sehingga kita
dapat menyelesaikan makalah ini. Orang tua yang telah senantiasa selalu
mendoakan sehingga tugas ini bisa selesai pada waktunnya.
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun
materinya. Kritik serta saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk
kesempurnaan makalah kami selanjutnya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada kita semua. aamin
Malang,
1 Oktober 2014
Penyusun,
BAB
1
PENDAHULUAN
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimanakah Menger menaklukkan teori
Ricardian?
1.2.2 Bagaimanakah teori Menger terhadap
perkembangan ilmu Ekonomi?
1.2.3 Apakah kunci pertumbuhan ekonomi menurut
mazhab Austria?
1.3 Tujuan Makalah
1.3.1 Untuk mengetahu bagaimana menger menaklukkan
teori ricardian
1.3.2 Untuk mengetahui tentang teori menger terhadap
perkembangan ilmu ekonomi
1.3.3 Untuk mengetahui kunci pertumbuhan ekonomi
menurut mazhab austria
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 DARI SUNGAI DANUBE NAN BIRU: MENGER DAN MAZHAB
AUSTRIA MEMBALIK GELOMBANG
Karl
Marx benar tentang satu hal: kekuatan besar dari Revolusi Industri melemparkan
dunia Barat ke abab kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam
sejarah. Ketika tinggal di London, pusat dari “negara industri pertama” sang
filsuf Jerman ini menyaksikan kekuatan masif dari kapitalisme saat industri
menyebar dari Ingris penting, semua
kelas ekonomi,kapitalis,pemilik tanah, dan buruh mengalami peningkatan
materialnya. Upah rata-rata hanya naik 1% setahun dan sepanjang hidup marx ini
adalah kenaikan yang signifikan. Sejarawan ekonomi Rondo Cameron menyimpulkan
bahwa “pendapatan rill per kapita Inggris meningkat kira-kra 2,5 kali lipat
antara 1850 dan 1914, distribusi pendapatan menjadi lebih sedikit lebih
seimbang, proporsi populasi yang miskin menurun, dan penduduk Briton pada 1914
rata-rata menikmati standar hidup tertinggi di Eropa”. Saat Karl Marx meninggal
pada 1883, banyak bukti menunjukkan bahwa tesis “upah subsisten”
Malthus-Ricardo-Marx keliru total. Sistem kemakmuran universal Adam Smith
menang kembali.
EKONOM MENGHADAPI KEMACETAN BESAR
Meski
ekonomi idustrial mengalami kemajuan, teori ekonomi menemui jalan buntu. Adam
Smith mengakui bahwa kebebasan ekonomi dan pemerintahan yang terbatas akan
meningkatkan kekayaan dan kemakmuran, tetapi dia tidak menyajikan kerangka
teoritis yang kuat (selain teori pembagian kerja) untuk menjelaskan bagaimana
konsumen dan produsen bekerja sama melalui sistem harga untuk mencapai standar
hidup yang tinggi. Jika kapitalisme hendak bertahan dan berkembang, maka ia
memerlukan epistemologi baru, sebuah terobosan dalam teori ekonomi. Ilmu
ekonomi perlu suntikan baru, sebuah teori umum yang bisa menjelaskan bagaimana
semua kelas akan memperoleh keuntungan, baik pemlik tanah, kapitalis maupun
buruh, dan semua konsumen mendapat manfaat. Tetapi dari mana teori itu akan
muncul? TIGA
EKONOM MEMBUAT PENEMUAN BESAR SECARA HAMPIR BERSAMAAN
Kita
telah melihat ada tahun-tahun tertentu yang penting dalam sejarah ekonomi, dan
ada serangkaian peristiwa penting terjadi pada saat yang sama, seperti tahun
1776, yang merupakan tahun Deklarasi Kemerdekaan dan terbitnya Wealth of
Nations, dan 1848, sebagai tahun revolusi Eropa dan terbitnya The Communist
Manifesto. Awal 1870-an dan khususnya tahun 1871 adalah tahun yang juga
penting, menandai periode di mana tiga ekonom yang bekerja secara terpisah
berhasil menemukan prinsip utilitas marginal dan menghantarkan revolusi
marginalis “neoklasik”. Siapa ketiga orang ekonom itu? Dari Inggris muncul William
Stanley Jevons (1835-82), dari Prancis muncul Leon Walras (1843-1910) dan dari
Austria muncul Carl Menger (1840-19121). Benar bahwa sebelum mereka ada ekonomi
yang telah menggunakan prinsip utilitas marginal seperti Hermann Gossen, Samuel
Longfield, Antoine Cournot, dan Jules Dupuit, tetapi melalui ketiga orang
itulah prinsip utilitas marginal menjadi diakui dan diadopsi oleh profesi
ekonomi. Ekonom Swedia Knut Wicksell, yang hidup di masa revolusi marginalis,
mendeskripsikannya sebagai “petir yang tak terduga”.
APA
MAKNA REVOLUSI MARGINALIS?
Baik
Menger maupun Jevons mempublikasikan teori bau mereka pada 1871, meskipun
Jevons sudah memberi kuliah tentang ide-ide fundamentalnya pada 1862. Menger
mempublikasikan Grundsätze der Volkswirtschaftslehre (yang di terjemahkan
sebagai Principles of Economy. Beberapa tahun kemudian, pada 1874 dan 1877,
Walras memublikasikan Elements of Pure Econimics sebanyak dua jilid. Pelopor
revolusi marginalis Jevons, Walras, dan Menger menolak teori nilai biaya
produksi objektif dan lebih memfokuskan pada prinsip utilitas subjektif dan
permintaan konsumen sebagai kunci pendekatan baru untuk ilmu ekonomi. Mereka mencatat bahwa
individu membuat pilihan berdasarkan preferensi (kesukaan) dan nilai di dunia
nyata. Seperti J-B. Say, mereka mengakui bahwa jumlah tenaga kerja atau
produksi tidak memberikan nilai pada suatu produk. Nilai berisi penilaian
subjektif dari pengguna individual. Ringkasnya, permintaan harus cukup tinggi
sebelum produsen akan menggunakan sumber daya produktifitasnya untuk memproduksi
suatu produk. Permintaan selalu mendahului penawaran. Marginalis bahkan
melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa dalam jangka panjang tidak ada
yang namanya kurwa penawaran independen; penawaran (persediaan) pada akhirnya
di tentukan oleh pemrmintaan akhir. Seperti dikatakan oleh proponen revolusi
marginalis awal abad 20, Philip Wicksteed, “biaya poduksi adalah sebanding
dengan skedul permintaan”.
PRODUKSI
DAN DISTRIBUSI DIKAITKAN LAGI
Sebuah
generasi baru menemukan bahwa produksi dan distribsi dapat dikaitkan lagi.
Permintaan konsumen pada akhirnya menentukan harga akhir barang, yang pada
gilirannya menentukan arah aktivitas produksi. Permintaan akhir mencptakan
harga dari faktor-faktor produksi secara bersama-sama upah,sewa, dan profit
berdasarkan nilai yang di tambahkan pada proses produksi. Ringkasnya,
pendapatan tidak didistribusikan, tetapi dihasilkan,sesuai dengan nilai yang
ditambahkan setiap partisipan dalam proses produksi. Dalam kasus tenaga kerja,
ide bahwa upah ditentukan oleh produktivitas marginal berasal dari prinsip
nilai marginal dan kemudian disempurnakan oleh John Bates Clark, seorang ekonom
Amerika dari Universitas Columbia.
PRINSIP
MARGINAL MEMECAHKAN PRODUKSI NILAI
Mengapa
komuditas penting seperti air begitu murah sedangkan komuditas yang tidak pokok
dan tidak praktis permata begitu mahal? Dalam The Wealth of Nations, Adam Smith
memisahkan utilitas dari harga dan menciptakan dikotomi artifisial antara
“barang yang dipakai” dan “barang yang dipertukarkan”, seolah-olah tidak ada
yang menghubungkan anatara harga dan utilitas. Smith mencatat bahwa air adalah
barang yang banyak “dipakai”, tetapi “nilainya” sangat kecil. Permata adalah
barang yang jarang dipakai dan tidak praktis tetapi mengandung nilai “tukar”
yang tinggi. Jadi ekonom klasik tidak mampu memecahkan paradoks air-permata
yang terkenal ini, dan membuat kebingungan orang mengenai landasan mikro dari
ilmu ekonomi selama satu generasi. Dan
kini revolusi marginalis berhasil memecahkan paradoks nilai dan karenanya
membugkam argumen sosialis,. Di dalam mikroekonomi yang baru ini, profit dan
penggunaan saling terkait. Harga merefleksikan permintaan konsumen, dan
produksi yang dimotivasi oleh profit akan berusaha memenuhi permintaan itu.
Dengan memecahkan paradoks air-permata, kaum marginalis menunjukkan bahwa
perbedaan nilai antara air dan permata adalah karena ketersediaan air yang
relatif melimpah dan kelangkaan permata. Karena persediaan air melimpah,
permintaan untuk setiap unit air tambahan adalah rendah. Karena persediaan
permata sangat jarang, maka permintaan untuk setiap satu unit permata tambahan
akan tinggi. Karena itu, tidak ada lagi kontradiksi antara nilai guna dan nilai
tukar.
PERAN
KRITIS MENGER DALAM REVOLUSI MARGINAL
Dalam
bab ini kita memulai dengan kontribusi penting Carl Menger dan aliran Austria
yang didirikannya. Dari ketiga ekonom “neoklasik” tersebut, Menger adalah yang
pertama mengembangkan pendekatan baru untuk teori nilai dan harga secara
sistematis dan berhasil menaklukkan paradigma Ricardian. Menger dan aliran
Austrialah yang memimpin dan berpengaruh besar dalam mengubah jalannya
pemikiran ekonomi di akhir abad 19. Mengutip pernyataan Knut Wicksell tentang
pengaruh dari ketiga tokoh tersebut, “kita bisa mengatakan bahwa tidak ada buku
sejak Principle-nya Ricardo yang berpengaruh besar terhadap pengembangan ilmu
ekonomi seperti Grundsatze-nya Menger bahkan pengaruh karya Jevons yang
aforistik an walras yang sangat sulit tidak sebesar itu pengaruhnya”.
Yang mengejutkan, pengaruh Menger sebagian besar bersifat tidak langsung. Teori
utilitas subjektif dan analisis marginalnya dipopulerkan terutama melalui dua
muridnya, Eugen Böhm-Bawerk dan Friedrich Wiёser. Böhm-Bawerk adalah ekonom
“neoklasik” pertama yang membahas Karl Marx secara serius dan mengungkapkan
kepalsuan ekonomi Marx.
PRESTASI
MAZHAB AUSTRIA
MAZHAB
Austria menyelamatkan Adam Amith dan model kebebasan alamiahnya melalui tiga
cara (dalam pengertian ini, cara itu sangat revolusioner).
1.
Asal-usul
nilai konsumen. Menger dan Mazhab Austria membahas
peran konsumen dalam menentukan aktivitas produktif yang menentukan struktur
dan harga proses produksi adalah permintaan akhir, bukan waktu kerja biaya
produksi. Mazhab Austria menyebutnya “teori imputasi” (theory of imputation).
Utilitas menentukan (menciptakan) nilai imput. Dengan menunjukkan hubungan ini,
mazhab Austria menciptakan model baru yang tak lagi bisa dibantah oleh sosialis
Marxian heterodoks.
2.
Utilitas/biaya
marginal. Mazhab Austria menunjukkan bahwa harga
dan biaya ditentukan pada margin, dengan keuntungan biaya marginal untuk
pembeli dan penjual. Analisis marginal membentuk basis mikroekonomi modern.
3.
Nilai
subjektif. Mazhab Austria menunjukkan bahwa
pencarian “ukuran nilai yang tetap” oleh Ricardo adalah pencarian sia-sia,
seperti Ponce de Leon yang mencari air keabadian. Menger dan pengikutnya
mengungkapkan bahwa nilai sepenuhnya tergantung pada keinginan konsumen dan
produsen; bahwa upah, rente,bunga,dan profit ditentukan oleh penilaian subjektif
dari konsumen dan pengguna. Jadi, biaya tak pernah tetap dalam jangka panjang.
Menger dan pengikutnya memperkuat visi
ekonomi Smith dan sistem kapitalis. Dengan demikian, Menger mendirikan sebuah
aliran pemikiran baru yang berdampak luas terhadap makroekonomi (yakni
bagaimana ekonomi bekerja secara keseluruhan) dan terhadap mikroekonomi (teori
harga,biaya, dan produksi). Dalam banyak hal, dia adalah penemu revolusioner
baik di bidang makro dan mikroekonomi. Carl Menger adalah teoritis terbesar
yang mendukung sistem kebebasan alamiah Adam Smith.
VIENNA:
SETTING BAGI KEMUNCULAN REVOLUSI
Pada
1870-an University of Vienna dianggap sebagai pusat pendidikan terbesar dan
paling prestisisus di Eropa. Selama berabad-abad, Kekaisaran Austro-Hungria di
bawah kekuasaan keluarga Habsburg menjadikan kota Vienna (Wina) sebagai pusat
politik,kultural,dan intelektual di Eropa Timur. Vienna terletak di tepi Sungai
Danube. Selama abad 19 Vienna terkenal karena museumnya yang megah, istananya,
taman-tamannya, rumah-rumah operannya, dan kafe-kafenya. Revolusi lainnya juga
terjadi di Universitas Vienna. Menger mendirikan mazhab ekonomi Austria, sebuah
aliran yang memfokuskan pada perilaku individu,entrepreneurship,nilai
subjektif, dan peran waktu dan kapital dalam proses pasar. Banyak konsep
Autria, seperti utilitas marginal, biaya peluang, dan preferensi waktu, kini
telah dimasukkan ke dalam analisis ekonomi standar. Di akhir abad 19, di bawah
arahan Menger, mazhab Autria menentang dua rival utamanya, aliran klasik
Inggris dan aliran historis Jerman dan sekaligus menyerang aliran Marxis.
MAZHAB
AUSTRIA MENCIPTAKAN EPOS BARU DALAM ILMU EKONOMI
Pada
1891, Eugen Böhm-Bawerk diminta menulis artikel tentang revolusi ekonomi
neoklasik Austria untuk Annals milik American Academy of Politicial and Social
Sciences. Menurut Böhm-Bawerk, teori nilai dari mazhab Austria memberikan
dampak sebagai berikut: “Doktrin terpenting dan paling terkenal dari
ekonom-ekonom klasik tidak lagi bisa dipertahankan, atau baru bisa
dipertahankan hanya sesudah dilakukan perubahan esensial dan penambahan”. Visi
Mazhab Austria ini juga dipromosikan oleh Yang Mulia Philip Wicksteed (1844-1927), seorang menteri unitarian Inggris dan
sarjana ahli di bidang abad pertengahan yang menerjemahkan karya Dante dan
Aristoteles. Meskipun dia adalah seorang anggota Fabian Society dan bersimpati
kepada gerakan sosialis di sepanjang hidupnya, dia menjadi penganut teori
marginalis dan salah seorang pendukung Jevons dan mazhab Austria lewat salah
satu karyanya yang berpengaruh luas, The
Common Sense of Politicial Economy (1933). Dia pantas dipuji karena
memperkenalkan istilah “utilitas marginal” sebagai terjemahan untuk karya
Austria Grenznutzen.
LATAR BELAKANG
MENGER YANG MISTERIUS
Kehidupan pribadi Carl Menger
diliputi kabut misterius. Tidak ada biografi lengkap. Anaknya Karl, mencoba
menulis sejarah tentang ayahnya namun tidak pernah menyelesaikannya. Kehidupan
awal dan pendidikan Carl Menger tidak banyak diketahui. Carl salah satu dari
tida bersaudara , lahir pada 1840 di Neu-Sandez, sebuah kota di austria yang
kelak menjadi bagian selatan wilayah Polandia. Carl mempelajari hukum dan ilmu
politik di Universitas Vienna (1859-60). Pada 1867 dia memperoleh gelar doktor
dari Universitas Krakow dan memulai
kariernya sebagai reporter di kantor Perdana Menteri di Vienna. Dia bertanggung
jawab untuk melaporkan kondisi ekonomi dan pasar saham, dan sering menulis
untuk koran resmi Wiener Zeitung, disinilah dia mulai mengenal arti penting
permintaan subjektif dalam menentukan harga dan mulai menyusun teori ekonomi
baru. Tahun 1871 adalah tahun
penting bagi Manger. Dia mendapat pekerjaan di austria Civil Service, tetapi
setelah menyerahkan bukunya kesebuah fakultas Universitas Vienna, dia segera
mengundurkan diri untuk menjadi seorang privatdozent pengajar yang tak dibayar.
Pada 1873 rekan akademinya sangat terkesa kepada Menger sehingga mereka
mengangkatnya menjadi profesor extraordinary dibidang hukum dan ilmu politik di
universitas tersebut.
MENGER MENJADI
PENGAJAR PEWARIS TAHTA
Tahun 1876 Menger mendapat peluang
luar biasa yang bisa membuatnya sangat terkenal. Mengikuti jejak adam smith,
Menger diminta untuk mengajar seorang aristokrat. Tak tanggung-tanggung yang
diajar Archduke Rudolf yang berusia 18 tahun, pangeran pewaris tahta dari
austria. Selama tiga bulan
pertama tahun 1876 Menger memberi pelajaran kepada sang pangeran. Sebagai teks
utamanya dia menggunakan Wealth of nations Adam Smith yang terbit 100 tahun
yang lalu. Setelah kuliah, Rudolf diminta untuk menulis catatan tentang setiap
kuliahnya langsung dari ingatannya. Catatan yang baru-baru ini dipublikasikan
di jerman dan inggris, yang menunjukan kemampuan luar biasa dalam hal
mengingat. Catatan itu penting
karena menunjukan bias Menger dalam kaitanya dalam kebijakan ekonomi. Karya
sebelumnya secara hati-hati menghindari setiap refrensi pada otoritas
pemerintah. Filsafat
laissez faire Menger sangat berbahaya, sebab filsafat ini bertentangan dengan
kebijakan intervensionis kekaisaran Austro-Hungaria di bawah kekuasaan Franz
Joseph. Yang paling aneh dari buku catatan itu adalah disana Menger tidak
mengatakan apapun tentang utilitas marginal, teori imputasi, atau nilai
subjektif, tiga buah konsep penting yang dikembangkannya dalam Grundsatze yang
dipublikasikan lima tahun sebelumnya. Kaisar
Franz Joseph tampaknya terkesan dengan kemampuan Menger sehingga pada tahun
1879 dia mengangkat Menger sebagai ketua jurusan hukum dan ekonomi politik di
Universitas Vienna, sebuah posisi yang prestisius.
HARAPAN MENGER
SIRNA SETELAH PUTRA MAHKOTA BUNUH DIRI
Harapan Menger hancur berantakan
satu dekade kemudian setelah Archduke rudolf bunuh diri. Rudolf adalah orang
yang emosinya tidak stabil, suka main perempuan, dan tidak bisa diduga dalam
hal pandangan politiknya. Pada akhir Januari 1889, saat berada digubug
perburuan disebuah hutan Vienna, Rudolf menembak istrinya dan kemudian menembak
dirinya sendiri.
MENGER MENJADI
PROFESOR KAYA RAYA
Menger jelas sedih mendengar kabar
mengejutkan tentang skandal pembunuhan dan bunuh diri tersebut. dia tetap
menjadi profesor tetapi harapanya memimpin pemerintahan sudah lenyap. Untungnya
kedudukannya sebagai profesor membuatnya bisa mencapai cita-cita yang lain.
Karena mengajar 400 mahasiswa setahun, pada 1903 dia mengundurkan diri pendapatanya
mencapai $4.000 setahun. Bayarannya yang tinggi membuat Menger bisa membuat
pepustakaan besar dengan lebih dari 20.000 judul.
MENGAPA
KARYANYA YANG TERKENAL TIDAK DICETAK ULANG ?
Meski revisi yang tiada akhir masih
tertunda-tunda, magnum opus menger habis terjual dan menjadi jarang di pasaran.
Penulis ini mengizinkan penerjemah karyanya, sebab dia merasa buku pertamanya
masih belum lengkap. Grundsatze baru diterbitkan di inggris pada 1950. Hayek
menyimpulkan, “sulit untuk membayangkan ada kasus yang sama seperti kasus
Grundsatze yang pengaruhnya abadi dan mendalam tetapi sangat terbatas
sirkulasinya karena keadaan aksidental”.
MENGER BERUSAHA
MENGUBAH ALIRAN HISTORIS JERMAN
Seperti yang dimukakan dimuka,
aliran histori jerman, yang didirikan oleh Wilhelm Roscher, Bruno Hildebrand
dan Karl knies, bereaksi negatif terhadap pencerahan inggris dan ekonomi
klasik. Mereka tidak menyukai metode deduktif dan kesimpulan laissez faire Adam
smith, Malthus, Ricardo. Menurut aliran jerman ini tidak ada”hukum” ekonomi
alami yang terpisah dari politik,adat, dan sistem hukum. Hanya melalui
sejarahlah sarjana bisa menyimpulkan tentang isu-isu dan kebijakan ekonomi. Dalam
persoalan yang terkenal dengan nama Methodenstreit (perang metode) tujuan
menger adalah menunjukkan bahwa kebenaran ekonomi tidak bisa ditolak hanya
karena ekonom klasik punya teori yang kliru (teori nilai kerja). Tujuan utama
buku menger adalah untuk menyakinkan orang jerman bahwa hukum ekonomi ilmiah
yang universal memang ada, dan bahwa dia mengembangkan prinsip untuk
membuktikannya. Sepanjang
abad 19 universitas-universitas jerman dianggap sebagai universitas terbaik di
eropa dan carl menger merasa yakin bahwa jika ilmu ekonomi baru bisa
berkembang, maka pemimpin aliran historis jerman akan berganti haluan.
MENGER
MENGGUNAKAN METODE TEROBOSAN
Metode klasik Adam Smith dan Ricardo
berfokus pada bagaimana tanah, tenag kerja, dan kapital faktor-faktor produksi
menghasilkan dan mendistribusikan barang konsumen dan kekayaan. Menger
mengambil jalan berbeda. Dia tidak memfokuskan pada pembagian tenaga kerja
seperti Smith, tetapi pada diskusi tentang karakter barang. Menurut Menger,
yang banyak menciptakana perbaikan standar hidup bukan pembagian tenaga kerja,
tetapi peningkatan konstan dan gradual dalam banyaknya barang dan jasa dan
peningkatan kualitas.
STRUKTUR
PRODUKSI
Dalam bab pertamanya, “The General
theory of The Good”, Menger mencatat bahwa semua barang dan jasa melewati
serangkaian proses produksi, dari komoditas baku ke barang konsumen akhir.
Menger memulai dengan barang konsumen akhir, yakni barang-brang yang “memuaskan
kebutuhan manusia secara langsung” dan mendifinisikannya sebagai” barang urutan
pertama”. Contohnya adalah roti, sepatu, atau baju. Tujuan utama dari produksi
menurut Menger adalah memenuhi jkebutuhan manusia dengan menciptakan barang dan
jasa yang lebih baik dan murah. Setelah konsumen, ada “barang urutan kedua”,
barang produsen dalam proses, seperti tepung, kulit, bahan pakaian. Melangkah
mundur lagi ada barang ketiga seperti gandum, kulit sapi, dan wol.
LAW OF
IMPUTATION: INPUT TERGANTUNG PADA OUTPUT
Menger menamakan barang konsumen
akhir sebagai “urutan rendah” dan sekumpulan barang produsen sebagai “urutan
tinggi”. Dia kemudian berusaha menunjukan sebuah prinsip umum, yakni permintaan
untuk barang produsen urutan tinggi “berasal dari barang yang terkait diurutan
yang rendah”. Menger
telah membalikan arah hubungan sebab akibat antara nilai dan biaya. Barang
konsumen dinilai bukan berdasarkan penggunaan tenaga kerja atau alat-alat
produksi lainnya. Sebaliknya, ala-alat produksi adalah berharga karena ada
nilai prospektif dari barang konsumen. Jadi, nialai dari semua barang produsen
dan kapital pada akhirnya ditentukan oleh konsumen.
TEORI MENGER
MELAHIRKAN PRINSIP MARGINALITAS
Setelah penyebaran aw of imputation,
Menger kemudian menemukan prinsip marginalitas. Sekali lagi, dengan menggunakan
contoh tembakau, dia menunjukan bahwa banyak input yang berhubungan dengan
tembakau tidak kehilangan semua nilainya ketika permintaan konsumsi hilang.
“Tanah dan alat-alat pertanian yang pakai dalam penanaman tembakau akan tetap
berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia lainnya” tulis menger (halaman 60). Secara
tak langsung menger telah menumukan prinsip utilitas marginal, yakni harga atau
nilai dari suatu barang adalah didasarkan pada penggunaan marginal atau
penggunaan selanjutnya yang terbaik.
APAKAH NILAI
INTERINSIK EKSIS
Terakhir Menger menunjukkan bahwa
pencarian ukuran “nialai yang tidak berubah” yang dilakukan oleh Ricardo dan
ekonom klasik lainnya sudah tamat-nilai semacam itu tidak ada. Nilai intrinsik
adalah gagasan yang tak masuk akal. Yang ada hanyalah nilai subjektif. Jam
kerja, tau ongkos produksi pada umunya, tidak dapat menciptakan standar
objektif untuk menentukan harga. Dalam jangka panjang, biaya dan harga tidak
akan tetap, tetapi akan tergantung kepada variasi penawaran dan permintaan.
RESPONS ALIRAN
JERMAN
Pesan menger hampir langsung
diterima oleh orang-orang dinegerinya tetapi tidak didengarkan di jerman.
Schmoller menolak hukum “universal” Menger, menyebutnya sebagai hal yang “tidak
berguna”. Menger tak kalah pedas: Schmoller adalah seperti seseorang yang
sampai kesebuah situs bangunan, kemudian menumpuk beberapa material di tanah,
lalu mengatakan dirinya sebagai arsitek. Untungnya, analisis marginalis dan neo
klasik ini diterima di Inggris dan belahan eropa lainnya, juga di Amerika
Serikat. Prinsip ini di adopsi dalam teks book ekonomi termasuk dalam karya
Alfred Marshall, Philip Wicksteed, dan Frank Fetter. Seperti yang di katakan
Sherwin Rosen “Pendekatan Austria mendominasi ilmu ekonomi Amerika pada
pergantian abad” (1997:151)
PENGIKUT MENGER MEMPROMOSIKAN GAGASAN MAZHAB AUSTRIA
Analisis menger
adalah orisinal dan jelastapi dia tak mengizinkan karyanya ini “law of
imputation” untuk di cetak ulang. Gagasan austria ini kemudian
disebarluaskan oleh murid intelektualnya, Eugen Bohm-Bawerk dan Friedrich
Wieser.
WIESER: PENCIPTA ISTILAH
FRIEDRICH VON
WIESER (1851-1926) tak pernah mencapai status seperti yang dicapai oleh Eugen Bohm-Bawerk (1851-1914). Mereka usianya
sama, masuk disekolah yang sama, sama-sama menjadi pegawai negeri, menulis buku
dan mengajar di Universitas Vienna. Banyak mahasiswa memandang Wieser sebagai
pengajar terbaiak di Universitas. Bukunya yang paling berpengaruh, social
economics (1927[1914]) melanjutkan pendekatan subjektivis Menger dan menjadi
teks standart di universitas tersebut selama beberapa tahun.
Wieser adalah
pencipta istilah-istilah baru dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dia disebut-sebut
sebagai pencipta istilah”utilitas marginal” (Grenznutzen), “biaya kesempatan”
(opportunity cost), dan “perencanaan ekonomi” (economics planning).
KARIER CEMERLANG BOHM –BAWERK
BOHM –BAWERK mampu
membawa teori Austria ke arah baru, khususnya di bidang teori pertumbuhan
ekonomi dan kapital. Tahun 1880 di di angkat menjadi Profesor di Universitas
Insbruck tetapi juga menikahi adik sahabat karibnya, Friedrich Wieser. Pada
tahun 1884 di semakin terkenal setelah menerbitkan Capital and Interest. Beberapa
tahun kemudian karyanya yang paling penting, the positive Theory of capital di
terjemahkan kedalam bahasa inggris dan dipublikasikan oleh Macmillan pada 1891.
Dia kemudia diangkat menjadi menteri keuangan dan selama menjabat ia membantu
Austria membereskan masalah keuangan dan mengmbalikanya ke standart emas.
Secara politik
Bohm-Bawerk penganut liberal dan anggota in dependent parlemen austria. dia
percaya pada perubahan dari atas, yakni dari aristokrat. Dia mendukung
perdagangan bebas, skema jaring pengaman sosial, dan kesejahteraan untuk buruh.
Pada 1914 ia meninggal tepat sebelum perang Dunia I dimulai.
LELAKI YANG MENJAWAB MARX
Dia adalah ekonom
pertama ynag membahas marx secara serius, dan melancarkan serangan keras pada
teori marx. Dengan bersandar pada karya Menger dia memberika konstribusi
penting dan orisinal dalam teori tabungan dan invsetasi, kapital dan bunga,
serta pertumbuhan ekonomi. Bahkan sekarang ini teori pertumbuhan dianggap tidak
lengkap jika tidak memasukkan pembahasan tentang konstribusi Bohm-Bawerk.
DUA ARGUMEN BOHM UTAMA YANG MENENGGELAMKAN ARGUMEN MARX
Dalam bab 6 Marx
mengemukakan bahwa teori nilai surplus Marx menyatakan bahwa buruh seharusnya
menerima nilai penuh dari produk yang mereka hasilkan. Sebagai jawabanya, Bohm
–Bawerk mengajukan poin pembalasan.
Pertama adalah
argumen “menunggu” dari Bohm-Bawerk. Di sini dia bersandar pada teori bunga
yang di tahan(abstinence theory of interest), sebuah konsep yang sebelumnya
dikembangkan oleh Nassau senior. Pendapatan bunga berasal mencerminkan faktor
menunggu dalam kehidupan ekonomi, dan karena itu dijustifikasi sebagai
kompensasi yang sah untuk kapitalis dan investor. Seperti di simpulkan bawerk,
“pekerja tidak bisa menunggu. . .mereka terus tergantung kepada orang-orang
yang sudah mempunyai produk intermediet, atau kapitalis” (1959b:83).
KAPITALIS SEBAGAI PENGAMBIL RISIKO
Kapitalsi bisnis
mengambil risikop sedangkan pekerja tidak. Pengusaha kapitalis mengambil risiko
itu, tapi klaryawan yang dipekerjakan tidak. Singkatnya, level risiko pekerja
jauh lebih kecil ketimbang risiko pengusah kapitalis. Pekerja yang disewa tidak
dibayar sebilai produk yang mereka hasilkan, tetapi han ya sebagian dari nilai
itu yang sepadan dengan kepuasan langsung mereka dalam bentuk upah dan sepadan
dalam risiko mereka yang rendah dalam keikutsertaan mereka dalm bisnis.
BOHM-BAWERK MEMPERKENALKAN TEORI KAPITALIS NON MARXIS
Satu pandangan
marx yang disetujui Bohm-Bawerk adalah bahwa fokus utama kapitalisme seharusnya
adalah pada kapital (modal). Perbedaanya adalah, marx memandang kapital dengan
negatif, sedangkan Bohm-Bawerk adan aliran Austria mengakui bahwa kapital
adalah penyelamat buruh dan kelas semua manusia. Pada bukunya yang terbit pada
1884 di beri judul yang tepat, the positivetheory of capital. Dan
berbeda dengan Grundsatze;nya Menger, magnum opus Bawerk segera
diterjemahkan kedalam bahasa inggris. Pada 1890 the positivetheory of
capital terbit dalam bahasa inggris di london, diterbitkan oleh macmillan
dan di New york oleh G.E. Stechart dan dengan cepat menjadi buku pengantar yang
populer untuk memahami teori kpitalis non marxis.
KUNCI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI
Tujuan
Bohm-Bawerak adalah menunjukkan bagimana pertumbuhan ekonomi dapat terjadi,
bagiman individu dapat menaikkan standart hidup dan mencapai tujuan kemakmuran
universal yang dicita-citakan Adam Smith. Mazhab Austria , seperti halnya Adam
Smith selalu membela tabungan dan insvestasi sebagai elemen penting dalm
pertumbuha ekonomi. Denagn menggunkan terminologi menger dalam Grundsatze, bohm-bawerk mengatakan
Tujuan utama dari semua produksi adalah menyediakan barang yang memuaskan
keinginan, yakni barang konsumen atau barang urutan pertama” (1959b: 10)
BOHM-BAWERK MENGGUNAKAN CONTOH YANG SEDERHANA NAMUN KUAT
Bohm-Bawerk
menggunakan contoh : seorang petani ingin minum air. Cara langsung un tuk
memenuhi dahaganya adalah pergi ke mata air dan meminumya. Tapi mata air itu
jauh tempatnya; jadi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari melalui mata air
adalah tidak memadai. Dia bisa membangun pipa air untuk mengalirkan air dari
mata air ke rumahnya. Tetapi ini butuh biaya dan waktu, tenaga serta teknologi.
Setelah selesai maka itu akan produktif.
Maksudnya :
berinvestasi dalam barang kapital (modal) akan menghasilkan produktivitas yang
lebih besar dan menaikkan standar hidup. Jadi pada dasarnya
kapitalisme-aplikasi investasi modal ke proses produksi akan menciptakan
pertumbuhan ekonomi.
BOHM-BAWERK MEMBELA TABUNGAN DARI SERANGAN KRITIKUS
Tak lama setelah
Bohm-Bawerk menerbitkan positive Theory of Capital, kaum sosialis mulai
mengkritiknya. L.G. Bustedo dan Bohm-Bawerk saling bebantah argumen tentang
peran tabungan. Bustedo menganut pandangan “permintaan efektif” pra Keynesian,
dan mengatakan bahwa permintaan konsumen akhir adalah “syarat yang tak bisa
ditawar” bagi produksi, dan bahwa pandangan Bohm-Bawerk yang mendukung kenaikan
dalam tingkat tabungan adalah :bukan hanya tidak alami tetapi juga mustahil”.
Sebagai
responsnya, bohm bawerk menunjukkan
perkecualian untuk mentalitas antitabungan Bostedo: “jika setiap upaya
untuk merintangi konsumsi dalam kenyataanya pasti akan segera mengurangi
produksi yang proposional, maka tabungan tidak akan menambah apapun pada
akumulasi kekayaan masyarakat: (ebeling 1991; 405). Dia mengatakan yang benar
adalah bahwa penurunan konsumsi adalah tidak menurunkan produksi secara umum,
tetapi hanya menurunkan produksi sektor tertentu melalui hukum penawaran dan
permintaan.
RINGKASAN : MENGER , BOHM-BAWERK, DAN MAHZAB AUSTRIA MEREVITALISASI
MODEL PERTUMBUHAN KLASIK
Ringkasnya mazhab
Austria muncul tepat pada waktunya untuk menyelamatkam model Adam Smith dan
David Ricardo dari kritik Marx dan sosialis yang merusak. Melalui teori
permintaan akhir, nilai subjektif, utilitas marginal dan teori kapital, mazhab
Austria memberi nafas intelektual baru bagi kapitalisme sebagi sistem ideal.
BAB
III
KESIMPULAN
Menger,
Bohm-Bawerk dan mazhab austria muncul disaat yang tepat pada waktu itu, karena
telah menyelamatkan model Adam Smith dan David Ricardo dari kritik Marx dan
sosialis yang merusak. Bohm-Bawerk memperkenalkan teori kapitalis non marxis
dan argumennya yang meneggelamkan argumen Marx.
DAFTAR PUSTAKA
Skousen, Mark.2005.Teori-teori Ekonomi Modern.Jakarta: Prenada Media Group.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar