Jumat, 25 September 2015

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI



DARI SUNGAI DANUBE NAN BIRU:
MENGER DAN MAHZAB AUSTRIA MEMBALIK GELOMBANG

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Sejarah Pemikiran Ekonomi
yang dibina oleh Dr. Dwi Wulandari S.E., M.M.

oleh

Abdul Mufid

130432611436

Faradela Ayu Maruti

130432605597

Indra Sapto Nugroho

130432605581







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN
                                                Oktober  2014


KATA PENGANTAR

            Rasa syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang dengan rahmat, taufik dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi, dengan judul Dari Sungai Danube Nan Biru: Menger Dan Mahzab Austria Membalik Gelombang
 Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak akan terwujud tanpa bantuan, bimbingan dari beberapa pihak oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada : Ibu Dwi Wulandari, selaku dosen mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi, yang telah memberikan motivasi, dan ilmu dan bimbingan sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini. Orang tua yang telah senantiasa selalu mendoakan sehingga tugas ini bisa selesai pada waktunnya.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik serta saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk kesempurnaan makalah kami selanjutnya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. aamin

Malang, 1 Oktober  2014

Penyusun,






BAB 1
PENDAHULUAN

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimanakah Menger menaklukkan teori Ricardian?
1.2.2 Bagaimanakah teori Menger terhadap perkembangan ilmu Ekonomi?
1.2.3 Apakah kunci pertumbuhan ekonomi menurut mazhab Austria?

1.3 Tujuan Makalah
1.3.1 Untuk mengetahu bagaimana menger menaklukkan teori ricardian
1.3.2 Untuk mengetahui tentang teori menger terhadap perkembangan ilmu ekonomi
1.3.3 Untuk mengetahui kunci pertumbuhan ekonomi menurut mazhab austria


















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DARI SUNGAI DANUBE NAN BIRU: MENGER DAN MAZHAB AUSTRIA MEMBALIK GELOMBANG
            Karl Marx benar tentang satu hal: kekuatan besar dari Revolusi Industri melemparkan dunia Barat ke abab kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Ketika tinggal di London, pusat dari “negara industri pertama” sang filsuf Jerman ini menyaksikan kekuatan masif dari kapitalisme saat industri menyebar dari Ingris  penting, semua kelas ekonomi,kapitalis,pemilik tanah, dan buruh mengalami peningkatan materialnya. Upah rata-rata hanya naik 1% setahun dan sepanjang hidup marx ini adalah kenaikan yang signifikan. Sejarawan ekonomi Rondo Cameron menyimpulkan bahwa “pendapatan rill per kapita Inggris meningkat kira-kra 2,5 kali lipat antara 1850 dan 1914, distribusi pendapatan menjadi lebih sedikit lebih seimbang, proporsi populasi yang miskin menurun, dan penduduk Briton pada 1914 rata-rata menikmati standar hidup tertinggi di Eropa”. Saat Karl Marx meninggal pada 1883, banyak bukti menunjukkan bahwa tesis “upah subsisten” Malthus-Ricardo-Marx keliru total. Sistem kemakmuran universal Adam Smith menang kembali.
 EKONOM MENGHADAPI KEMACETAN BESAR
          Meski ekonomi idustrial mengalami kemajuan, teori ekonomi menemui jalan buntu. Adam Smith mengakui bahwa kebebasan ekonomi dan pemerintahan yang terbatas akan meningkatkan kekayaan dan kemakmuran, tetapi dia tidak menyajikan kerangka teoritis yang kuat (selain teori pembagian kerja) untuk menjelaskan bagaimana konsumen dan produsen bekerja sama melalui sistem harga untuk mencapai standar hidup yang tinggi. Jika kapitalisme hendak bertahan dan berkembang, maka ia memerlukan epistemologi baru, sebuah terobosan dalam teori ekonomi. Ilmu ekonomi perlu suntikan baru, sebuah teori umum yang bisa menjelaskan bagaimana semua kelas akan memperoleh keuntungan, baik pemlik tanah, kapitalis maupun buruh, dan semua konsumen mendapat manfaat. Tetapi dari mana teori itu akan muncul?                                                                                                                   TIGA EKONOM MEMBUAT PENEMUAN BESAR SECARA HAMPIR BERSAMAAN
          Kita telah melihat ada tahun-tahun tertentu yang penting dalam sejarah ekonomi, dan ada serangkaian peristiwa penting terjadi pada saat yang sama, seperti tahun 1776, yang merupakan tahun Deklarasi Kemerdekaan dan terbitnya Wealth of Nations, dan 1848, sebagai tahun revolusi Eropa dan terbitnya The Communist Manifesto. Awal 1870-an dan khususnya tahun 1871 adalah tahun yang juga penting, menandai periode di mana tiga ekonom yang bekerja secara terpisah berhasil menemukan prinsip utilitas marginal dan menghantarkan revolusi marginalis “neoklasik”. Siapa ketiga orang ekonom itu? Dari Inggris muncul William Stanley Jevons (1835-82), dari Prancis muncul Leon Walras (1843-1910) dan dari Austria muncul Carl Menger (1840-19121). Benar bahwa sebelum mereka ada ekonomi yang telah menggunakan prinsip utilitas marginal seperti Hermann Gossen, Samuel Longfield, Antoine Cournot, dan Jules Dupuit, tetapi melalui ketiga orang itulah prinsip utilitas marginal menjadi diakui dan diadopsi oleh profesi ekonomi. Ekonom Swedia Knut Wicksell, yang hidup di masa revolusi marginalis, mendeskripsikannya sebagai “petir yang tak terduga”.
APA MAKNA REVOLUSI MARGINALIS?
          Baik Menger maupun Jevons mempublikasikan teori bau mereka pada 1871, meskipun Jevons sudah memberi kuliah tentang ide-ide fundamentalnya pada 1862. Menger mempublikasikan Grundsätze der Volkswirtschaftslehre (yang di terjemahkan sebagai Principles of Economy. Beberapa tahun kemudian, pada 1874 dan 1877, Walras memublikasikan Elements of Pure Econimics sebanyak dua jilid. Pelopor revolusi marginalis Jevons, Walras, dan Menger menolak teori nilai biaya produksi objektif dan lebih memfokuskan pada prinsip utilitas subjektif dan permintaan konsumen sebagai kunci pendekatan baru untuk ilmu ekonomi.                                                                                     Mereka mencatat bahwa individu membuat pilihan berdasarkan preferensi (kesukaan) dan nilai di dunia nyata. Seperti J-B. Say, mereka mengakui bahwa jumlah tenaga kerja atau produksi tidak memberikan nilai pada suatu produk. Nilai berisi penilaian subjektif dari pengguna individual. Ringkasnya, permintaan harus cukup tinggi sebelum produsen akan menggunakan sumber daya produktifitasnya untuk memproduksi suatu produk. Permintaan selalu mendahului penawaran. Marginalis bahkan melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa dalam jangka panjang tidak ada yang namanya kurwa penawaran independen; penawaran (persediaan) pada akhirnya di tentukan oleh pemrmintaan akhir. Seperti dikatakan oleh proponen revolusi marginalis awal abad 20, Philip Wicksteed, “biaya poduksi adalah sebanding dengan skedul permintaan”.                                                                     
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI DIKAITKAN LAGI
          Sebuah generasi baru menemukan bahwa produksi dan distribsi dapat dikaitkan lagi. Permintaan konsumen pada akhirnya menentukan harga akhir barang, yang pada gilirannya menentukan arah aktivitas produksi. Permintaan akhir mencptakan harga dari faktor-faktor produksi secara bersama-sama upah,sewa, dan profit berdasarkan nilai yang di tambahkan pada proses produksi. Ringkasnya, pendapatan tidak didistribusikan, tetapi dihasilkan,sesuai dengan nilai yang ditambahkan setiap partisipan dalam proses produksi. Dalam kasus tenaga kerja, ide bahwa upah ditentukan oleh produktivitas marginal berasal dari prinsip nilai marginal dan kemudian disempurnakan oleh John Bates Clark, seorang ekonom Amerika dari Universitas Columbia.
PRINSIP MARGINAL MEMECAHKAN PRODUKSI NILAI
          Mengapa komuditas penting seperti air begitu murah sedangkan komuditas yang tidak pokok dan tidak praktis permata begitu mahal? Dalam The Wealth of Nations, Adam Smith memisahkan utilitas dari harga dan menciptakan dikotomi artifisial antara “barang yang dipakai” dan “barang yang dipertukarkan”, seolah-olah tidak ada yang menghubungkan anatara harga dan utilitas. Smith mencatat bahwa air adalah barang yang banyak “dipakai”, tetapi “nilainya” sangat kecil. Permata adalah barang yang jarang dipakai dan tidak praktis tetapi mengandung nilai “tukar” yang tinggi. Jadi ekonom klasik tidak mampu memecahkan paradoks air-permata yang terkenal ini, dan membuat kebingungan orang mengenai landasan mikro dari ilmu ekonomi selama satu generasi.                                                                         Dan kini revolusi marginalis berhasil memecahkan paradoks nilai dan karenanya membugkam argumen sosialis,. Di dalam mikroekonomi yang baru ini, profit dan penggunaan saling terkait. Harga merefleksikan permintaan konsumen, dan produksi yang dimotivasi oleh profit akan berusaha memenuhi permintaan itu. Dengan memecahkan paradoks air-permata, kaum marginalis menunjukkan bahwa perbedaan nilai antara air dan permata adalah karena ketersediaan air yang relatif melimpah dan kelangkaan permata. Karena persediaan air melimpah, permintaan untuk setiap unit air tambahan adalah rendah. Karena persediaan permata sangat jarang, maka permintaan untuk setiap satu unit permata tambahan akan tinggi. Karena itu, tidak ada lagi kontradiksi antara nilai guna dan nilai tukar.
PERAN KRITIS MENGER DALAM REVOLUSI MARGINAL
            Dalam bab ini kita memulai dengan kontribusi penting Carl Menger dan aliran Austria yang didirikannya. Dari ketiga ekonom “neoklasik” tersebut, Menger adalah yang pertama mengembangkan pendekatan baru untuk teori nilai dan harga secara sistematis dan berhasil menaklukkan paradigma Ricardian. Menger dan aliran Austrialah yang memimpin dan berpengaruh besar dalam mengubah jalannya pemikiran ekonomi di akhir abad 19. Mengutip pernyataan Knut Wicksell tentang pengaruh dari ketiga tokoh tersebut, “kita bisa mengatakan bahwa tidak ada buku sejak Principle-nya Ricardo yang berpengaruh besar terhadap pengembangan ilmu ekonomi seperti Grundsatze-nya Menger bahkan pengaruh karya Jevons yang aforistik an walras yang sangat sulit tidak sebesar itu pengaruhnya”.                                                Yang mengejutkan, pengaruh Menger sebagian besar bersifat tidak langsung. Teori utilitas subjektif dan analisis marginalnya dipopulerkan terutama melalui dua muridnya, Eugen Böhm-Bawerk dan Friedrich Wiёser. Böhm-Bawerk adalah ekonom “neoklasik” pertama yang membahas Karl Marx secara serius dan mengungkapkan kepalsuan ekonomi Marx.
PRESTASI MAZHAB AUSTRIA
          MAZHAB Austria menyelamatkan Adam Amith dan model kebebasan alamiahnya melalui tiga cara (dalam pengertian ini, cara itu sangat revolusioner).
1.      Asal-usul nilai konsumen. Menger dan Mazhab Austria membahas peran konsumen dalam menentukan aktivitas produktif yang menentukan struktur dan harga proses produksi adalah permintaan akhir, bukan waktu kerja biaya produksi. Mazhab Austria menyebutnya “teori imputasi” (theory of imputation). Utilitas menentukan (menciptakan) nilai imput. Dengan menunjukkan hubungan ini, mazhab Austria menciptakan model baru yang tak lagi bisa dibantah oleh sosialis Marxian heterodoks.
2.      Utilitas/biaya marginal. Mazhab Austria menunjukkan bahwa harga dan biaya ditentukan pada margin, dengan keuntungan biaya marginal untuk pembeli dan penjual. Analisis marginal membentuk basis mikroekonomi modern.
3.      Nilai subjektif. Mazhab Austria menunjukkan bahwa pencarian “ukuran nilai yang tetap” oleh Ricardo adalah pencarian sia-sia, seperti Ponce de Leon yang mencari air keabadian. Menger dan pengikutnya mengungkapkan bahwa nilai sepenuhnya tergantung pada keinginan konsumen dan produsen; bahwa upah, rente,bunga,dan profit ditentukan oleh penilaian subjektif dari konsumen dan pengguna. Jadi, biaya tak pernah tetap dalam jangka panjang.
Menger dan pengikutnya memperkuat visi ekonomi Smith dan sistem kapitalis. Dengan demikian, Menger mendirikan sebuah aliran pemikiran baru yang berdampak luas terhadap makroekonomi (yakni bagaimana ekonomi bekerja secara keseluruhan) dan terhadap mikroekonomi (teori harga,biaya, dan produksi). Dalam banyak hal, dia adalah penemu revolusioner baik di bidang makro dan mikroekonomi. Carl Menger adalah teoritis terbesar yang mendukung sistem kebebasan alamiah Adam Smith.
VIENNA: SETTING BAGI KEMUNCULAN REVOLUSI
          Pada 1870-an University of Vienna dianggap sebagai pusat pendidikan terbesar dan paling prestisisus di Eropa. Selama berabad-abad, Kekaisaran Austro-Hungria di bawah kekuasaan keluarga Habsburg menjadikan kota Vienna (Wina) sebagai pusat politik,kultural,dan intelektual di Eropa Timur. Vienna terletak di tepi Sungai Danube. Selama abad 19 Vienna terkenal karena museumnya yang megah, istananya, taman-tamannya, rumah-rumah operannya, dan kafe-kafenya. Revolusi lainnya juga terjadi di Universitas Vienna. Menger mendirikan mazhab ekonomi Austria, sebuah aliran yang memfokuskan pada perilaku individu,entrepreneurship,nilai subjektif, dan peran waktu dan kapital dalam proses pasar. Banyak konsep Autria, seperti utilitas marginal, biaya peluang, dan preferensi waktu, kini telah dimasukkan ke dalam analisis ekonomi standar. Di akhir abad 19, di bawah arahan Menger, mazhab Autria menentang dua rival utamanya, aliran klasik Inggris dan aliran historis Jerman dan sekaligus menyerang aliran Marxis.
MAZHAB AUSTRIA MENCIPTAKAN EPOS BARU DALAM ILMU EKONOMI
            Pada 1891, Eugen Böhm-Bawerk diminta menulis artikel tentang revolusi ekonomi neoklasik Austria untuk Annals milik American Academy of Politicial and Social Sciences. Menurut Böhm-Bawerk, teori nilai dari mazhab Austria memberikan dampak sebagai berikut: “Doktrin terpenting dan paling terkenal dari ekonom-ekonom klasik tidak lagi bisa dipertahankan, atau baru bisa dipertahankan hanya sesudah dilakukan perubahan esensial dan penambahan”. Visi Mazhab Austria ini juga dipromosikan oleh Yang Mulia Philip Wicksteed (1844-1927), seorang menteri unitarian Inggris dan sarjana ahli di bidang abad pertengahan yang menerjemahkan karya Dante dan Aristoteles. Meskipun dia adalah seorang anggota Fabian Society dan bersimpati kepada gerakan sosialis di sepanjang hidupnya, dia menjadi penganut teori marginalis dan salah seorang pendukung Jevons dan mazhab Austria lewat salah satu karyanya yang berpengaruh luas, The Common Sense of Politicial Economy (1933). Dia pantas dipuji karena memperkenalkan istilah “utilitas marginal” sebagai terjemahan untuk karya Austria Grenznutzen.
LATAR BELAKANG MENGER YANG MISTERIUS
            Kehidupan pribadi Carl Menger diliputi kabut misterius. Tidak ada biografi lengkap. Anaknya Karl, mencoba menulis sejarah tentang ayahnya namun tidak pernah menyelesaikannya. Kehidupan awal dan pendidikan Carl Menger tidak banyak diketahui. Carl salah satu dari tida bersaudara , lahir pada 1840 di Neu-Sandez, sebuah kota di austria yang kelak menjadi bagian selatan wilayah Polandia. Carl mempelajari hukum dan ilmu politik di Universitas Vienna (1859-60). Pada 1867 dia memperoleh gelar doktor dari Universitas  Krakow dan memulai kariernya sebagai reporter di kantor Perdana Menteri di Vienna. Dia bertanggung jawab untuk melaporkan kondisi ekonomi dan pasar saham, dan sering menulis untuk koran resmi Wiener Zeitung, disinilah dia mulai mengenal arti penting permintaan subjektif dalam menentukan harga dan mulai menyusun teori ekonomi baru.           Tahun 1871 adalah tahun penting bagi Manger. Dia mendapat pekerjaan di austria Civil Service, tetapi setelah menyerahkan bukunya kesebuah fakultas Universitas Vienna, dia segera mengundurkan diri untuk menjadi seorang privatdozent pengajar yang tak dibayar. Pada 1873 rekan akademinya sangat terkesa kepada Menger sehingga mereka mengangkatnya menjadi profesor extraordinary dibidang hukum dan ilmu politik di universitas tersebut.
MENGER MENJADI PENGAJAR PEWARIS TAHTA
            Tahun 1876 Menger mendapat peluang luar biasa yang bisa membuatnya sangat terkenal. Mengikuti jejak adam smith, Menger diminta untuk mengajar seorang aristokrat. Tak tanggung-tanggung yang diajar Archduke Rudolf yang berusia 18 tahun, pangeran pewaris tahta dari austria.                                                                                                  Selama tiga bulan pertama tahun 1876 Menger memberi pelajaran kepada sang pangeran. Sebagai teks utamanya dia menggunakan Wealth of nations Adam Smith yang terbit 100 tahun yang lalu. Setelah kuliah, Rudolf diminta untuk menulis catatan tentang setiap kuliahnya langsung dari ingatannya. Catatan yang baru-baru ini dipublikasikan di jerman dan inggris, yang menunjukan kemampuan luar biasa dalam hal mengingat.        Catatan itu penting karena menunjukan bias Menger dalam kaitanya dalam kebijakan ekonomi. Karya sebelumnya secara hati-hati menghindari setiap refrensi pada otoritas pemerintah.                                                                                                                            Filsafat laissez faire Menger sangat berbahaya, sebab filsafat ini bertentangan dengan kebijakan intervensionis kekaisaran Austro-Hungaria di bawah kekuasaan Franz Joseph. Yang paling aneh dari buku catatan itu adalah disana Menger tidak mengatakan apapun tentang utilitas marginal, teori imputasi, atau nilai subjektif, tiga buah konsep penting yang dikembangkannya dalam Grundsatze yang dipublikasikan lima tahun sebelumnya.                Kaisar Franz Joseph tampaknya terkesan dengan kemampuan Menger sehingga pada tahun 1879 dia mengangkat Menger sebagai ketua jurusan hukum dan ekonomi politik di Universitas Vienna, sebuah posisi yang prestisius.
HARAPAN MENGER SIRNA SETELAH PUTRA MAHKOTA BUNUH DIRI
            Harapan Menger hancur berantakan satu dekade kemudian setelah Archduke rudolf bunuh diri. Rudolf adalah orang yang emosinya tidak stabil, suka main perempuan, dan tidak bisa diduga dalam hal pandangan politiknya. Pada akhir Januari 1889, saat berada digubug perburuan disebuah hutan Vienna, Rudolf menembak istrinya dan kemudian menembak dirinya sendiri.
MENGER MENJADI PROFESOR KAYA RAYA
            Menger jelas sedih mendengar kabar mengejutkan tentang skandal pembunuhan dan bunuh diri tersebut. dia tetap menjadi profesor tetapi harapanya memimpin pemerintahan sudah lenyap. Untungnya kedudukannya sebagai profesor membuatnya bisa mencapai cita-cita yang lain. Karena mengajar 400 mahasiswa setahun, pada 1903 dia mengundurkan diri pendapatanya mencapai $4.000 setahun. Bayarannya yang tinggi membuat Menger bisa membuat pepustakaan besar dengan lebih dari 20.000 judul.
MENGAPA KARYANYA YANG TERKENAL TIDAK DICETAK ULANG ?
            Meski revisi yang tiada akhir masih tertunda-tunda, magnum opus menger habis terjual dan menjadi jarang di pasaran. Penulis ini mengizinkan penerjemah karyanya, sebab dia merasa buku pertamanya masih belum lengkap. Grundsatze baru diterbitkan di inggris pada 1950. Hayek menyimpulkan, “sulit untuk membayangkan ada kasus yang sama seperti kasus Grundsatze yang pengaruhnya abadi dan mendalam tetapi sangat terbatas sirkulasinya karena keadaan aksidental”.
MENGER BERUSAHA MENGUBAH ALIRAN HISTORIS JERMAN
            Seperti yang dimukakan dimuka, aliran histori jerman, yang didirikan oleh Wilhelm Roscher, Bruno Hildebrand dan Karl knies, bereaksi negatif terhadap pencerahan inggris dan ekonomi klasik. Mereka tidak menyukai metode deduktif dan kesimpulan laissez faire Adam smith, Malthus, Ricardo. Menurut aliran jerman ini tidak ada”hukum” ekonomi alami yang terpisah dari politik,adat, dan sistem hukum. Hanya melalui sejarahlah sarjana bisa menyimpulkan tentang isu-isu dan kebijakan ekonomi.                                                  Dalam persoalan yang terkenal dengan nama Methodenstreit (perang metode) tujuan menger adalah menunjukkan bahwa kebenaran ekonomi tidak bisa ditolak hanya karena ekonom klasik punya teori yang kliru (teori nilai kerja). Tujuan utama buku menger adalah untuk menyakinkan orang jerman bahwa hukum ekonomi ilmiah yang universal memang ada, dan bahwa dia mengembangkan prinsip untuk membuktikannya.                                                Sepanjang abad 19 universitas-universitas jerman dianggap sebagai universitas terbaik di eropa dan carl menger merasa yakin bahwa jika ilmu ekonomi baru bisa berkembang, maka pemimpin aliran historis jerman akan berganti haluan.
MENGER MENGGUNAKAN METODE TEROBOSAN
            Metode klasik Adam Smith dan Ricardo berfokus pada bagaimana tanah, tenag kerja, dan kapital faktor-faktor produksi menghasilkan dan mendistribusikan barang konsumen dan kekayaan. Menger mengambil jalan berbeda. Dia tidak memfokuskan pada pembagian tenaga kerja seperti Smith, tetapi pada diskusi tentang karakter barang. Menurut Menger, yang banyak menciptakana perbaikan standar hidup bukan pembagian tenaga kerja, tetapi peningkatan konstan dan gradual dalam banyaknya barang dan jasa dan peningkatan kualitas.
STRUKTUR PRODUKSI
            Dalam bab pertamanya, “The General theory of The Good”, Menger mencatat bahwa semua barang dan jasa melewati serangkaian proses produksi, dari komoditas baku ke barang konsumen akhir. Menger memulai dengan barang konsumen akhir, yakni barang-brang yang “memuaskan kebutuhan manusia secara langsung” dan mendifinisikannya sebagai” barang urutan pertama”. Contohnya adalah roti, sepatu, atau baju. Tujuan utama dari produksi menurut Menger adalah memenuhi jkebutuhan manusia dengan menciptakan barang dan jasa yang lebih baik dan murah. Setelah konsumen, ada “barang urutan kedua”, barang produsen dalam proses, seperti tepung, kulit, bahan pakaian. Melangkah mundur lagi ada barang ketiga seperti gandum, kulit sapi, dan wol.
LAW OF IMPUTATION: INPUT TERGANTUNG PADA OUTPUT
            Menger menamakan barang konsumen akhir sebagai “urutan rendah” dan sekumpulan barang produsen sebagai “urutan tinggi”. Dia kemudian berusaha menunjukan sebuah prinsip umum, yakni permintaan untuk barang produsen urutan tinggi “berasal dari barang yang terkait diurutan yang rendah”.                                                                                                     Menger telah membalikan arah hubungan sebab akibat antara nilai dan biaya. Barang konsumen dinilai bukan berdasarkan penggunaan tenaga kerja atau alat-alat produksi lainnya. Sebaliknya, ala-alat produksi adalah berharga karena ada nilai prospektif dari barang konsumen. Jadi, nialai dari semua barang produsen dan kapital pada akhirnya ditentukan oleh konsumen.
TEORI MENGER MELAHIRKAN PRINSIP MARGINALITAS
            Setelah penyebaran aw of imputation, Menger kemudian menemukan prinsip marginalitas. Sekali lagi, dengan menggunakan contoh tembakau, dia menunjukan bahwa banyak input yang berhubungan dengan tembakau tidak kehilangan semua nilainya ketika permintaan konsumsi hilang. “Tanah dan alat-alat pertanian yang pakai dalam penanaman tembakau akan tetap berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia lainnya” tulis menger (halaman 60). Secara tak langsung menger telah menumukan prinsip utilitas marginal, yakni harga atau nilai dari suatu barang adalah didasarkan pada penggunaan marginal atau penggunaan selanjutnya yang terbaik.
APAKAH NILAI INTERINSIK EKSIS
            Terakhir Menger menunjukkan bahwa pencarian ukuran “nialai yang tidak berubah” yang dilakukan oleh Ricardo dan ekonom klasik lainnya sudah tamat-nilai semacam itu tidak ada. Nilai intrinsik adalah gagasan yang tak masuk akal. Yang ada hanyalah nilai subjektif. Jam kerja, tau ongkos produksi pada umunya, tidak dapat menciptakan standar objektif untuk menentukan harga. Dalam jangka panjang, biaya dan harga tidak akan tetap, tetapi akan tergantung kepada variasi penawaran dan permintaan.


RESPONS ALIRAN JERMAN
            Pesan menger hampir langsung diterima oleh orang-orang dinegerinya tetapi tidak didengarkan di jerman. Schmoller menolak hukum “universal” Menger, menyebutnya sebagai hal yang “tidak berguna”. Menger tak kalah pedas: Schmoller adalah seperti seseorang yang sampai kesebuah situs bangunan, kemudian menumpuk beberapa material di tanah, lalu mengatakan dirinya sebagai arsitek. Untungnya, analisis marginalis dan neo klasik ini diterima di Inggris dan belahan eropa lainnya, juga di Amerika Serikat. Prinsip ini di adopsi dalam teks book ekonomi termasuk dalam karya Alfred Marshall, Philip Wicksteed, dan Frank Fetter. Seperti yang di katakan Sherwin Rosen “Pendekatan Austria mendominasi ilmu ekonomi Amerika pada pergantian abad” (1997:151)
PENGIKUT MENGER MEMPROMOSIKAN GAGASAN MAZHAB AUSTRIA
            Analisis menger adalah orisinal dan jelastapi dia tak mengizinkan karyanya ini “law of imputation” untuk di cetak ulang. Gagasan austria ini kemudian disebarluaskan oleh murid intelektualnya, Eugen Bohm-Bawerk dan Friedrich Wieser.

WIESER: PENCIPTA ISTILAH
            FRIEDRICH VON WIESER (1851-1926) tak pernah mencapai status seperti yang dicapai oleh  Eugen Bohm-Bawerk (1851-1914). Mereka usianya sama, masuk disekolah yang sama, sama-sama menjadi pegawai negeri, menulis buku dan mengajar di Universitas Vienna. Banyak mahasiswa memandang Wieser sebagai pengajar terbaiak di Universitas. Bukunya yang paling berpengaruh, social economics (1927[1914]) melanjutkan pendekatan subjektivis Menger dan menjadi teks standart di universitas tersebut selama beberapa tahun.
            Wieser adalah pencipta istilah-istilah baru dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dia disebut-sebut sebagai pencipta istilah”utilitas marginal” (Grenznutzen), “biaya kesempatan” (opportunity cost), dan “perencanaan ekonomi” (economics planning).

KARIER CEMERLANG BOHM –BAWERK
            BOHM –BAWERK mampu membawa teori Austria ke arah baru, khususnya di bidang teori pertumbuhan ekonomi dan kapital. Tahun 1880 di di angkat menjadi Profesor di Universitas Insbruck tetapi juga menikahi adik sahabat karibnya, Friedrich Wieser. Pada tahun 1884 di semakin terkenal setelah menerbitkan Capital and Interest. Beberapa tahun kemudian karyanya yang paling penting, the positive Theory of capital di terjemahkan kedalam bahasa inggris dan dipublikasikan oleh Macmillan pada 1891. Dia kemudia diangkat menjadi menteri keuangan dan selama menjabat ia membantu Austria membereskan masalah keuangan dan mengmbalikanya ke standart emas.
            Secara politik Bohm-Bawerk penganut liberal dan anggota in dependent parlemen austria. dia percaya pada perubahan dari atas, yakni dari aristokrat. Dia mendukung perdagangan bebas, skema jaring pengaman sosial, dan kesejahteraan untuk buruh. Pada 1914 ia meninggal tepat sebelum perang Dunia I dimulai.

LELAKI YANG MENJAWAB MARX
            Dia adalah ekonom pertama ynag membahas marx secara serius, dan melancarkan serangan keras pada teori marx. Dengan bersandar pada karya Menger dia memberika konstribusi penting dan orisinal dalam teori tabungan dan invsetasi, kapital dan bunga, serta pertumbuhan ekonomi. Bahkan sekarang ini teori pertumbuhan dianggap tidak lengkap jika tidak memasukkan pembahasan tentang konstribusi Bohm-Bawerk.

DUA ARGUMEN BOHM UTAMA YANG MENENGGELAMKAN ARGUMEN MARX
            Dalam bab 6 Marx mengemukakan bahwa teori nilai surplus Marx menyatakan bahwa buruh seharusnya menerima nilai penuh dari produk yang mereka hasilkan. Sebagai jawabanya, Bohm –Bawerk mengajukan poin pembalasan.
            Pertama adalah argumen “menunggu” dari Bohm-Bawerk. Di sini dia bersandar pada teori bunga yang di tahan(abstinence theory of interest), sebuah konsep yang sebelumnya dikembangkan oleh Nassau senior. Pendapatan bunga berasal mencerminkan faktor menunggu dalam kehidupan ekonomi, dan karena itu dijustifikasi sebagai kompensasi yang sah untuk kapitalis dan investor. Seperti di simpulkan bawerk, “pekerja tidak bisa menunggu. . .mereka terus tergantung kepada orang-orang yang sudah mempunyai produk intermediet, atau kapitalis” (1959b:83).

KAPITALIS SEBAGAI PENGAMBIL RISIKO
            Kapitalsi bisnis mengambil risikop sedangkan pekerja tidak. Pengusaha kapitalis mengambil risiko itu, tapi klaryawan yang dipekerjakan tidak. Singkatnya, level risiko pekerja jauh lebih kecil ketimbang risiko pengusah kapitalis. Pekerja yang disewa tidak dibayar sebilai produk yang mereka hasilkan, tetapi han ya sebagian dari nilai itu yang sepadan dengan kepuasan langsung mereka dalam bentuk upah dan sepadan dalam risiko mereka yang rendah dalam keikutsertaan mereka dalm bisnis.

BOHM-BAWERK MEMPERKENALKAN TEORI KAPITALIS NON MARXIS
            Satu pandangan marx yang disetujui Bohm-Bawerk adalah bahwa fokus utama kapitalisme seharusnya adalah pada kapital (modal). Perbedaanya adalah, marx memandang kapital dengan negatif, sedangkan Bohm-Bawerk adan aliran Austria mengakui bahwa kapital adalah penyelamat buruh dan kelas semua manusia. Pada bukunya yang terbit pada 1884 di beri judul yang tepat, the positivetheory of capital. Dan berbeda dengan Grundsatze;nya Menger, magnum opus Bawerk segera diterjemahkan kedalam bahasa inggris. Pada 1890 the positivetheory of capital terbit dalam bahasa inggris di london, diterbitkan oleh macmillan dan di New york oleh G.E. Stechart dan dengan cepat menjadi buku pengantar yang populer untuk memahami teori kpitalis non marxis.

KUNCI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI
            Tujuan Bohm-Bawerak adalah menunjukkan bagimana pertumbuhan ekonomi dapat terjadi, bagiman individu dapat menaikkan standart hidup dan mencapai tujuan kemakmuran universal yang dicita-citakan Adam Smith. Mazhab Austria , seperti halnya Adam Smith selalu membela tabungan dan insvestasi sebagai elemen penting dalm pertumbuha ekonomi. Denagn menggunkan terminologi menger dalam  Grundsatze, bohm-bawerk mengatakan Tujuan utama dari semua produksi adalah menyediakan barang yang memuaskan keinginan, yakni barang konsumen atau barang urutan pertama” (1959b: 10)

BOHM-BAWERK MENGGUNAKAN CONTOH YANG SEDERHANA NAMUN KUAT
            Bohm-Bawerk menggunakan contoh : seorang petani ingin minum air. Cara langsung un tuk memenuhi dahaganya adalah pergi ke mata air dan meminumya. Tapi mata air itu jauh tempatnya; jadi untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari melalui mata air adalah tidak memadai. Dia bisa membangun pipa air untuk mengalirkan air dari mata air ke rumahnya. Tetapi ini butuh biaya dan waktu, tenaga serta teknologi. Setelah selesai maka itu akan produktif.
            Maksudnya : berinvestasi dalam barang kapital (modal) akan menghasilkan produktivitas yang lebih besar dan menaikkan standar hidup. Jadi pada dasarnya kapitalisme-aplikasi investasi modal ke proses produksi akan menciptakan pertumbuhan ekonomi.

BOHM-BAWERK MEMBELA TABUNGAN DARI SERANGAN KRITIKUS
            Tak lama setelah Bohm-Bawerk menerbitkan positive Theory of Capital, kaum sosialis mulai mengkritiknya. L.G. Bustedo dan Bohm-Bawerk saling bebantah argumen tentang peran tabungan. Bustedo menganut pandangan “permintaan efektif” pra Keynesian, dan mengatakan bahwa permintaan konsumen akhir adalah “syarat yang tak bisa ditawar” bagi produksi, dan bahwa pandangan Bohm-Bawerk yang mendukung kenaikan dalam tingkat tabungan adalah :bukan hanya tidak alami tetapi juga mustahil”.
            Sebagai responsnya, bohm bawerk menunjukkan  perkecualian untuk mentalitas antitabungan Bostedo: “jika setiap upaya untuk merintangi konsumsi dalam kenyataanya pasti akan segera mengurangi produksi yang proposional, maka tabungan tidak akan menambah apapun pada akumulasi kekayaan masyarakat: (ebeling 1991; 405). Dia mengatakan yang benar adalah bahwa penurunan konsumsi adalah tidak menurunkan produksi secara umum, tetapi hanya menurunkan produksi sektor tertentu melalui hukum penawaran dan permintaan.

RINGKASAN : MENGER , BOHM-BAWERK, DAN MAHZAB AUSTRIA MEREVITALISASI MODEL PERTUMBUHAN KLASIK
            Ringkasnya mazhab Austria muncul tepat pada waktunya untuk menyelamatkam model Adam Smith dan David Ricardo dari kritik Marx dan sosialis yang merusak. Melalui teori permintaan akhir, nilai subjektif, utilitas marginal dan teori kapital, mazhab Austria memberi nafas intelektual baru bagi kapitalisme sebagi sistem ideal.















BAB III
KESIMPULAN

            Menger, Bohm-Bawerk dan mazhab austria muncul disaat yang tepat pada waktu itu, karena telah menyelamatkan model Adam Smith dan David Ricardo dari kritik Marx dan sosialis yang merusak. Bohm-Bawerk memperkenalkan teori kapitalis non marxis dan argumennya yang meneggelamkan argumen Marx.



























DAFTAR PUSTAKA

Skousen, Mark.2005.Teori-teori Ekonomi Modern.Jakarta: Prenada Media Group.

         
         

         
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar